Islam memiliki sejarah yang kaya di Spanyol sejak abad ke-8 Masehi, ketika Andalusia ditaklukkan oleh pasukan Muslim di bawah Thariq bin Ziyad. Masa keemasan Islam di Spanyol berlangsung lebih dari tujuh abad, ditandai oleh pencapaian luar biasa dalam ilmu pengetahuan, seni, tata kelola pemerintahan, dan toleransi antaragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kepemimpinan Islam di Spanyol, khususnya pada masa Kekhalifahan Umayyah di Córdoba, melalui pendekatan historis dan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inklusif dan toleransi terhadap budaya lokal menciptakan stabilitas politik serta masyarakat multikultural yang harmonis. Tokoh seperti Abdurrahman III memainkan peran penting dalam menjadikan Córdoba sebagai pusat peradaban dunia. Kontribusi signifikan dalam bidang ilmu pengetahuan, arsitektur, dan seni, seperti Alhambra dan Masjid Agung Córdoba, menjadi bukti warisan peradaban ini. Namun, konflik internal di kalangan elite Muslim dan tekanan eksternal dari kerajaan Kristen menyebabkan runtuhnya pemerintahan Islam pada 1492. Meski begitu, warisan Islam di Spanyol tetap relevan dan memberikan pelajaran berharga tentang inklusivitas, toleransi, dan kontribusi budaya lintas peradaban. Studi ini menyoroti pentingnya stabilitas politik dan interaksi budaya dalam menciptakan pemerintahan yang berkelanjutan, serta dampaknya terhadap perkembangan global.
Copyrights © 2024