Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Historisitas Kepemimpinan Islam di Spanyol Tama, Annisa; Abnisah, Nur; Yunus, Mhd
Indo Green Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i4.77

Abstract

Islam memiliki sejarah yang kaya di Spanyol sejak abad ke-8 Masehi, ketika Andalusia ditaklukkan oleh pasukan Muslim di bawah Thariq bin Ziyad. Masa keemasan Islam di Spanyol berlangsung lebih dari tujuh abad, ditandai oleh pencapaian luar biasa dalam ilmu pengetahuan, seni, tata kelola pemerintahan, dan toleransi antaragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kepemimpinan Islam di Spanyol, khususnya pada masa Kekhalifahan Umayyah di Córdoba, melalui pendekatan historis dan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inklusif dan toleransi terhadap budaya lokal menciptakan stabilitas politik serta masyarakat multikultural yang harmonis. Tokoh seperti Abdurrahman III memainkan peran penting dalam menjadikan Córdoba sebagai pusat peradaban dunia. Kontribusi signifikan dalam bidang ilmu pengetahuan, arsitektur, dan seni, seperti Alhambra dan Masjid Agung Córdoba, menjadi bukti warisan peradaban ini. Namun, konflik internal di kalangan elite Muslim dan tekanan eksternal dari kerajaan Kristen menyebabkan runtuhnya pemerintahan Islam pada 1492. Meski begitu, warisan Islam di Spanyol tetap relevan dan memberikan pelajaran berharga tentang inklusivitas, toleransi, dan kontribusi budaya lintas peradaban. Studi ini menyoroti pentingnya stabilitas politik dan interaksi budaya dalam menciptakan pemerintahan yang berkelanjutan, serta dampaknya terhadap perkembangan global.
Historisitas Kepemimpinan Islam di Spanyol Tama, Annisa; Abnisah, Nur; Yunus, Mhd
Indo Green Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i4.77

Abstract

Islam memiliki sejarah yang kaya di Spanyol sejak abad ke-8 Masehi, ketika Andalusia ditaklukkan oleh pasukan Muslim di bawah Thariq bin Ziyad. Masa keemasan Islam di Spanyol berlangsung lebih dari tujuh abad, ditandai oleh pencapaian luar biasa dalam ilmu pengetahuan, seni, tata kelola pemerintahan, dan toleransi antaragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kepemimpinan Islam di Spanyol, khususnya pada masa Kekhalifahan Umayyah di Córdoba, melalui pendekatan historis dan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inklusif dan toleransi terhadap budaya lokal menciptakan stabilitas politik serta masyarakat multikultural yang harmonis. Tokoh seperti Abdurrahman III memainkan peran penting dalam menjadikan Córdoba sebagai pusat peradaban dunia. Kontribusi signifikan dalam bidang ilmu pengetahuan, arsitektur, dan seni, seperti Alhambra dan Masjid Agung Córdoba, menjadi bukti warisan peradaban ini. Namun, konflik internal di kalangan elite Muslim dan tekanan eksternal dari kerajaan Kristen menyebabkan runtuhnya pemerintahan Islam pada 1492. Meski begitu, warisan Islam di Spanyol tetap relevan dan memberikan pelajaran berharga tentang inklusivitas, toleransi, dan kontribusi budaya lintas peradaban. Studi ini menyoroti pentingnya stabilitas politik dan interaksi budaya dalam menciptakan pemerintahan yang berkelanjutan, serta dampaknya terhadap perkembangan global.
Pendekatan Al-Qur’an, Hadis, dan Bahasa Keagamaan dalam Bimbingan Perkawinan di KUA Panyabungan Utara: Perspektif Manajemen Dakwah Azhar, Jamalul; Batubara, Hafsah Juni; Tama, Annisa; Nur, Hakimah; Hidayat, Rahmat; Sari, Nurlela; Huda, Nurul; Wardah, Siti; Sakinah, Putri; Yunus, Muhammad
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.755

Abstract

This study aims to analyze the approaches of the Qur’an, Hadith, and the use of religious language in marriage guidance at KUA Panyabungan Utara from the perspective of da'wah management. This research employs a qualitative method with a descriptive approach through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the Qur’an and Hadith serve as the primary foundations in delivering the material, while religious language is adapted to the social conditions of prospective brides and grooms to ensure it is communicative and easily understood. The implementation of guidance has applied da'wah management functions, including planning, organizing, implementation, and evaluation, thereby contributing to improving the spiritual and social readiness of prospective couples. The da'wah management perspective reveals how theological messages are designed and conveyed effectively to address psychological and sociological aspects of society. The novelty of this study lies in the synthesis of normative values and the managerial functions of KUA as a structured da'wah institution, with religious language acting as a persuasive medium. These findings are expected to offer an innovative model for marriage guidance based on religious rhetoric and local wisdom