Pendidikan dan pengajaran membutuhkan peran guru yang efektif dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Komunikasi verbal, sebagai alat utama dalam interaksi manusia, memainkan peran kunci dalam kemampuan guru dalam menyampaikan materi dengan baik. Namun, observasi awal di kelas XI DKV 2, SMKN 4 Semarang, menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi verbal peserta didik masih belum optimal. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini menerapkan model pembelajaran tari bambu (Bamboo Dancing) sebagai alternatif dalam meningkatkan komunikasi verbal peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di kelas XI DKV 2 SMK Negeri 4 Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Bamboo Dancing dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat meningkatkan komunikasi verbal peserta didik. Selama proses pembelajaran, peserta didik dapat mengalami perkembangan dalam aspek-aspek komunikasi verbal seperti penggolongan presentasi, memberikan materi, gestur dan mimik, ketegasan suara, ketepatan waktu, dan memberikan tanggapan.
Copyrights © 2024