Pelayanan publik memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing wilayah. Kabupaten Donggala memiliki potensi sumber daya alam yang besar, seperti pertanian dan pariwisata, namun juga menghadapi tantangan keterbatasan aksesibilitas serta kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan publik. Kajian peneltian ini bertujuan untuk menganalisis sistem penerimaan dana publik, menilai kualitas pelayanan publik, serta mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh instansi pemerintah di Kabupaten Donggala. Metode Penelitian Kajian ini menggunakan pendekatan kombinasi (mixed-method) antara kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei yang melibatkan responden dari berbagai sektor, wawancara dengan tokoh masyarakat, dan pengumpulan data sekunder dari dokumen resmi. Hasil yang diperoleh yaitu karakteristik responden: terdiri dari berbagai kelompok usia, pendidikan, dan pekerjaan. Sebagian besar responden berusia antara 25-40 tahun, memiliki pendidikan menengah, dan bekerja di sektor informal. Tingkat Kepuasan Layanan Publik Sebagian besar masyarakat menilai prosedur pelayanan masih cukup rumit, namun terdapat peningkatan efisiensi di beberapa sektor. Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Petugas: Masyarakat merasa bahwa petugas pelayanan memiliki tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab yang baik, meskipun ada keluhan mengenai kecepatan pelayanan. Kewajaran Biaya dan Kenyamanan Lingkungan yaitu Biaya pelayanan dinilai wajar, namun kondisi fasilitas dan infrastruktur pendukung perlu ditingkatkan untuk menciptakan kenyamanan. Indeks Penerimaan Masyarakat (IPM): Indeks penerimaan masyarakat terhadap layanan publik menunjukkan hasil yang cukup positif, terutama dalam aspek relevansi, kesesuaian, efektivitas, dan efisiensi program layanan publik.
Copyrights © 2024