Penelitian ini menemukan bahwa siswa kelas III SD Inpres Minasa Upa di Rappocini, Kota Makassar, kurang berprestasi dalam matematika. Siswa kelas III menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang disebut penelitian tindakan kelas (PTK), yang mempunyai empat langkah: merencanakan, melakukan, mengamati, dan memikirkan apa yang terjadi. Hasil dari penggunaan model Problem Based Learning itulah yang menjadi inti pembelajaran. Rekaman, tes, dan observasi adalah cara-cara pengumpulan data. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk analisis. Seorang guru dan dua puluh tiga siswa, tiga belas di antaranya perempuan dan sepuluh di antaranya laki-laki, mengikuti penelitian ini di SD Inpres Minasa Upa di Rappocini, Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar pada siklus II masih dianggap baik, meningkat dari cukup pada siklus I. Pada siklus II aktivitas belajar siswa juga mengalami perubahan dari cukup menjadi baik. Secara keseluruhan pembelajaran siswa berubah dari cukup pada siklus I menjadi baik pada siklus II. Penelitian ini juga menemukan bahwa siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa di Tamalanrea, Kota Makassar, belajar lebih banyak tentang matematika setelah model Pembelajaran Berbasis Masalah diterapkan.
Copyrights © 2024