Tuna (Thunnus sp.) merupakan komoditas perikanan unggulan Indonesia yang perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Kontaminasi bakteri patogen pada produk perikanan perlu diperhatikan untuk mencegah foodborne diseases, seperti Salmonella. Identifikasi Salmonella sp. pada Tuna beku dilakukan dengan metode konvensional dan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Parameter yang dibandingkan adalah media, waktu pengujian, kapasitas alat pengujian, biaya dan pengguna. Hasil menunjukkan bahwa metode konvensional merupakan pengujian bakteri Salmonella yang tergolong sederhana, sedangkan metode PCR memerlukan reagen khusus dengan sensitivitas yang tinggi dan cepat. Metode konvensional memerlukan kesterilan yang baik dan waktu yang lama dalam persiapan media. Metode PCR memiliki prosedur yang kompleks dan membutuhkan keahlian khusus dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pemilihan metode identifikasi Salmonella sp. pada tuna ditentukan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Copyrights © 2024