Cumi-cumi (Loligo vulgaris) sebagai bahan baku produk pangan merupakan sumber protein laut yang bernilai ekonomi tinggi dan umumnya dijual dalam kondisi beku. Untuk menjaga mutu produk cumi beku, industri pembekuan diwajibkan menerapkan SSOP (Standard Sanitation Operating Procedure) sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan dalam rangka memenuhi sumber pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SSOP di pabrik pembekuan cumi-cumi yang berlokasi di Jawa Timur selama tiga bulan (Januari sampai Maret 2022). Penelitian dilakukan dengan mengacu pada metode analisis kesenjangan berdasarkan FDA (1995) dan NSHATE (1999). Wawancara dengan karyawan perusahaan dan observasi langsung dilakukan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian, penerapan SSOP pada pabrik pembekuan cumi-cumi telah memenuhi standar yaitu sebesar 78,5%. Namun demikian, seluruh aspek masih mengalami penyimpangan dengan % penerapan: aspek keamanan air (85%), kebersihan permukaan yang kontak dengan makanan (87,5%), pencegahan kontaminasi silang (77,14%), menjaga fasilitas cuci tangan, sanitasi tangan dan toilet (53,33%), pencegahan adulterasi (81,67%), pelabelan, penyimpanan dan penggunaan bahan kimia yang tepat (74,55%), pengendalian kesehatan karyawan (76,67%) dan pemberantasan hama (91,11%). Oleh sebab itu, perlu perbaikan pada aspek SSOP tersebut dengan menerapkan rekomendasi teknis dan manajerial yang diberikan.
Copyrights © 2024