Perilaku keuangan mahasiswa saat ini menjadi sangat menarik, mengingat keterikatan mereka yang kuat dengan teknologi keuangan yang memudahkan mereka untuk berinvestasi, menabung, dan mengelola produk keuangan. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memudahkan penggunaan kartu kredit, pinjaman online, penggunaan pay later secara masif, dan peningkatan belanja online yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mengeksplorasi dampak literasi keuangan dan locus of control terhadap perilaku keuangan mahasiswa dengan grit sebagai variabel mediasi. Populasi penelitian ini merupakan mahasiswa kelas karyawan dan sore yang berpenghasilan di Fakultas Ekonomi Universitas Semarang yang perilaku keuanganya menarik untuk diteliti, dengan metode slovin maka sampel penelitian berjumlah 100 responden. Data penelitian ini dikumpulkan secara langsung dengan menyebarkan kuesioner secara online menggunakan google form untuk mendapatkan data yang dibutuhkan sesuai variabel penelitian. Selanjutnya data penelitian dianalisis dengan bantuan software Smart-PLS3. Hasil penelitian menemukan bahwa literasi keuangan terbukti tidak dapat mempengaruhi grit dan perilaku keuangan. Namun, locus of control mempunyai pengaruh pada grit dan perilaku keuangan. Demikian pula, grit terbukti memiliki pengaruh terhadap perilaku keuangan. Maka, grit terbukti mampu memediasi pengaruh locus of control terhadap perilaku keuangan, namun tidak mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan. Hal ini terbukti bahwa individu dengan locus of control cenderung lebih mampu untuk menabung, berinvestasi, lebih bersedia mengambil risiko finansial dan memiliki sedikit pembayaran yang terlambat. Grit (kegigihan) yang dimiliki individu akan menekan kegigihan diri dalam menghadapi kendala finansial, sehingga akan membentuk perilaku keuangan yang baik. Apalagi locus of control individu didukung grit (kegigihan) akan mampu mendorong munculnya keyakinan internal dalam memiliki perilaku keuangan yang lebih baik.
Copyrights © 2025