Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Cooperative Learning tipe Scramble dan Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dalam meningkatkan keterampilan membaca aksara Lontara Bugis pada siswa kelas XI SMAN 7 Wajo. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen I yang menggunakan model Scramble dan kelas eksperimen II yang menggunakan model DRTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca aksara Lontara Bugis. Pada kelas eksperimen I yang menggunakan model Scramble, nilai rata-rata pretest sebesar 61,19 meningkat menjadi 85,53 pada posttest. Sementara itu, pada kelas eksperimen II yang menggunakan model DRTA, nilai rata-rata pretest sebesar 62,25 meningkat menjadi 85,25 pada posttest. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas model Scramble dan DRTA dalam meningkatkan keterampilan membaca aksara Lontara Bugis, dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,909 (>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kedua model pembelajaran dapat diterapkan sebagai strategi alternatif dalam meningkatkan keterampilan membaca aksara Lontara Bugis. Model Scramble lebih efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa dan motivasi belajar, sedangkan model DRTA lebih unggul dalam meningkatkan pemahaman mendalam terhadap isi teks aksara Lontara Bugis.
Copyrights © 2025