Industri sarang burung walet memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah, namun implementasi kebijakan perpajakan sektor ini masih menghadapi berbagai kendala. Di Sulawesi Tenggara, kebijakan pajak burung walet belum berjalan optimal karena rendahnya kesadaran wajib pajak dan lemahnya sistem pengawasan, yang berdampak pada rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan mengenai faktor-faktor yang menghambat efektivitas implementasi kebijakan perpajakan dalam industri burung walet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pemangku kepentingan utama, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha burung walet, akademisi, asosiasi UMKM, dan otoritas perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak berbasis omzet kurang sesuai dengan karakteristik usaha burung walet, serta kurangnya sosialisasi dan edukasi perpajakan turut berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perpajakan yang lebih fleksibel, seperti penerapan pajak progresif berbasis keuntungan bersih dan insentif bagi usaha yang memiliki pencatatan keuangan yang baik. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan model implementasi kebijakan perpajakan yang lebih adaptif terhadap sektor usaha tertentu, sementara secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi perpajakan yang lebih efektif dan berkeadilan.
Copyrights © 2025