Permukiman di sekitar rel kereta api sering kali berkembang secara tidak terencana dan dihuni oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik permukiman dan aktivitas masyarakat di daerah rel kereta api di Sudarso, Lingkungan 8, Medan Barat, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan observasi lapangan dan wawancara terhadap warga setempat untuk memahami pola permukiman serta jenis pekerjaan yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan ini mayoritas bekerja di sektor informal seperti perdagangan kaki lima, jasa transportasi, dan pekerjaan serabutan, yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses pendidikan serta modal usaha. Selain itu, keberadaan rel kereta api memberikan dampak terhadap pola mobilitas penduduk dan perkembangan ekonomi lokal, tetapi juga menimbulkan permasalahan sosial dan lingkungan, seperti keamanan tempat tinggal dan keterbatasan infrastruktur. Kesimpulannya, pengelolaan kawasan permukiman di sekitar rel kereta api perlu memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dengan memberikan akses terhadap fasilitas dasar, pelatihan keterampilan, serta kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi lokal.
Copyrights © 2025