Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi periwayatan (sanad) pada aplikasi Tarteel, Qara’a, dan Ngaji.AI. Termasuk ke dalam penelitian kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif, dan pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) melalui pendekatan thick description Geertz. Hasil dan temuan penulis menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia yang praktiknya terbatas pada aplikasi Ngaji.Ai, Tarteel, dan Qara’a membawa konsekuensi bahwa Al-Qur’an tidak tertransformasikan secara utuh, karena fenomena talaqqi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Al-Qur’an itu sendiri (integral), jika penggunaan AI dalam mempelajari Al-Qur’an saat ini tetap berjalan tanpa ada perubahan mendasar, maka ia menghilangkan “sakralitas keilmuan Islam”, adapun sebagai jalan tengah penulis memberikan tawaran bagi digitalisasi Al-Qur’an (penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an), yakni: 1) ia diklasifikasi berdasarkan data dari qari’-qari’ tertentu dan pada praktiknya dipisahkan sesuai dengan masing-masing qari’ tersebut; dan 2) data dari berbagai qari’ direduksi, sehingga tetap memunculkan satu jenis AI Al-Qur’an.
Copyrights © 2023