Quarter life crisis merupakan fase perjalanan seseorang, di usia pertengahan 18-30 tahun. Seseorang yang mengalami QLC biasanya ia mengalami kekhawatiran berlebih, depresi, bahkan frustrasi karena merasa terjebak dalam ketakutan terhadap masa depan. Adapun tujuan Penelitian ini untuk menganalisis sabar pada penafsiran Al-Misbah karya M. Quraish Shihab pada QS. Al-Baqarah ayat 153 & 155 sebagai solusi dalam menghadapi QLC serta Implementasi ayat tersebut terhadap keadaan sosial. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif, sedangkan pada penafsiran menggunakan metode maudhu’i. Pada QS. Al-Baqarah ayat 153 sabar ini menjadi penolong bagi seorang hamba dalam menghadapi cobaan hidup, lalu pada ayat 155 bahwa segala cobaan dan ujian ini beraneka ragam jenisnya, seberapapun besarnya ujian dan cobaan, hakikatnya sedikit jika dibandingkan dengan segala apa yang telah Allah beri kepada hamba-Nya. Maka dengan sabar sebagai solusi dari QLC, seseorang lebih bisa menerima segala ujian dan cobaan dengan lapang dada, dengan begitu cobaan bukan lagi hal yang perlu ditakuti melainkan memandang cobaan sebagai bentuk serta rahmat dari Allah agar manusia senantiasa berkembang. Sedangkan implementasi dari QS. Al-Baqarah ayat 153 & 155 terhadap keadaan sosial ialah, menyadari bahwa cobaan dan ujian merupakan sebuah keniscayaan, yang mesti kita hadapi dan menyadari bahwa kesabaran merupakan potensi yang dimiliki oleh setiap hamba.
Copyrights © 2024