Penelitian ini memiliki 2 (dua) tujuan, yang pertama untuk memaparkan tentang konsep kebahagiaan berdasarkan pemikiran Al-Ghazali dan filsafat stoikisme secara integratif dan yang kedua untuk memahami cara memperoleh kebahagian menurut kedua tradisi pemikiran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Oleh karena itu, dalam pengumpulan datanya penulis menggunakan teknik library research mulai dari proses membaca simbolik, membaca semantik, dan menganalisis data. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan menurut Al-Ghazali dan menurut filsafat Stoikisme merupakan keadaan jiwa yang tenang, tentram, dan damai serta tidak adanya emosi-emosi negatif yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup. Kebahagiaan menurut Al-Ghazali lebih mengedepankan spiritualitas karena memiliki tujuan akhir yaitu untuk kembali kepada Tuhan, dan untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut ditempuh dengan 4 (empat) pengetahuan, yaitu: pengetahuan tentang diri sendiri, pengetahuan tentang Allah SWT., pengetahuan tentang dunia, dan pengetahuan tentang Akhirat. Sedangkan dalam filsafat stoikisme yang dikedepankan adalah logika karena kebahagiaan itu bergantung pada things we can control satu hal yang berkaitan dengan “dikotomi Kendali” yaitu tentang bagaimana seorang individu mampu mengelola emosi yang ada dalam dirinya.
Copyrights © 2025