Penelitian ini menganalisis model bisnis petani padi di Kecamatan Cikeusik menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Analisis BMC mencakup sembilan elemen utama: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya kunci, aktivitas kunci, kemitraan kunci, dan struktur biaya. Hasil menunjukkan bahwa petani memiliki proposisi nilai berupa kualitas padi yang baik dan harga kompetitif, namun mereka menghadapi kendala dalam akses pasar karena bergantung pada tengkulak serta inovasi model bisnis yang terbatas. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa fluktuasi harga gabah memengaruhi stabilitas pendapatan petani secara signifikan. Selain itu, potensi penggunaan teknologi digital sebagai saluran distribusi alternatif belum dimaksimalkan oleh petani di Cikeusik. Strategi optimalisasi model bisnis diusulkan untuk meningkatkan peluang pasar dan kesejahteraan petani padi di Kecamatan Cikeusik melalui diversifikasi produk serta peningkatan akses pasar langsung ke konsumen akhir atau distributor besar.
Copyrights © 2023