Usrotuna: Journal of Islamic Family Law
Vol. 1 No. 1 (2024): Usrotuna: Journal of Islamic Family Law

TRANSFORMASI PERAN PEREMPUAN DALAM TERORISME: Perspektif Gender dan Hukum Keluarga Islam

Muh. Taufiqurrahman (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Muhamad Rouf Didi Sutriadi (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2024

Abstract

Abstract This article aims to examine the phenomenon of female terrorism through the perspective of gender and Islamic family law. The recent rise of women's involvement as the main actors in acts of terrorism shows a significant shift in the role of women. Women who were previously only secondary actors in terrorism have now become the main actors. This research uses a qualitative approach with an analytical descriptive method, the theory used is the theory of liberal feminism. The results showed that the emergence of gender awareness was one of the factors that caused the role shift. The active involvement in acts of terrorism that they believe is a form of equality with the position of men who are indeed jihad in the way of Allah, because in essence jihad is obligatory for all, regardless of biological men and women. The women's jihad group movement is a new Islamist movement that emerged in tandem with the post-secular era. The deprivatization of religion has encouraged the women's terrorism group movement to show its existence and identity in the public sphere. Abstrak Artikel ini bertujuan utnurk mengkaji fenomena terorisme perempuan melalui prespektif gender dan hukum keluarga Islam. Maraknya keterlibatan perempuan sebagai pelaku utama dalam aksi terorisme akhir-akhir ini menunjukkan adanya pergesaran peran perempuan secara signifikan. Perempuan yang sebelumnya hanya sebagai aktor sekunder dalam terorisme, kini telah menjadi aktor utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode desktiptif analitik,Adapun teori yang digunakan yakni teori femisisme liberal. Hasil penelitian menunjukan munculnya kesadaran gender menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pergeseran peran tersebut. Keterlibatan aksi terorisme secara aktif yang mereka yakini sebagai bentuk kesetaraan dengan posisi laki-laki yang yang memang berjihad di jalan Allah, sebab pada hakikatnya jihad diwajibkan bagi semua, tanpa memandang biologis laki-laki dan perempuan. Gerakan kelompok jihad perempuan merupakan gerakan islamisme baru yang muncul beriringan dengan era post sekuler. Deprivatisasi agama telah mendorong gerakan kelompok terorisme perempuan untuk menunjukkan eksistensi dan jati dirinya di ruang publik.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

usrotuna

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Usrotuna: Journal of Islamic Family Law, Berisi kajian-kajian tekstual dan lapangan dalam spektrum keilmuan Islam yakni hukum keluarga Islam berparadigma gender meliputi perkawinan, perceraian, warisan, wasiat, dan hibah. Tema ini bertujuan agar Usrotuna menjadi tempat diskusi akademis mengenai ...