This study examines the phenomenon of global extremism among the Madurese community and strategies for fighting against it through the role and function of Nahdlatul Ulama's local Islamic wisdom values. Based on analysis of field data, this study found that religious realities in Madura in recent years have received attention as the involvement of several communities in global terrorism networks has been revealed. Responding to this situation, swift steps are needed to prevent it. One maximizes the existence and role of Nahdlatul Ulama's local Islamic wisdom. In this context, NU, as the most prominent Islamic organization in Indonesia, has special religious tools to ward off all forms of religious extremism in Madura. The spiritual device in question is their religious paradigm, which has focused on four values, namely the value of justice, moderate values, balance, and tolerance. Dalam beberapa dekade terakhir, isu dan kasus ektsremisme di Madura semakin ramai diperbincangkan dan mengundang perhatian banyak kalangan. Pasalnya, pada tahun 2022, Tim Datasemen Khusus Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap tiga orang warga setempat, yang diduga terlibat jaringan terorisme internasional. Studi ini memiliki tujuan khusus mengkaji fenomena ekstremisme global di kalangan masyarakat Madura serta strategi perlawanan terhadapnya melalui peran dan fungsi nilai kearifan lokal Islam Nahdlatul Ulama. Berdasarkan analisa data lapangan, studi ini mendapati temuan bahwasanya realitas keagamaan di Madura dalam beberapa tahun terakhir berada dalam situasi tidak baik-baik saja seiring terungkapnya keterlibatan sejumlah masyarakat dalam jaringan terorisme global. Menyikapi situasi ini, perlu adanya langkah sigap dan upaya melakukan mitigasi, salah satunya adalah dengan memaksimalkan keberadaan dan peran kearifan lokal Islam Nahdlatul Ulama. Dalam konteks ini, NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki perangkat keagamaan khusus untukĀ menangkal segala bentuk ekstremisme beragama di Madura. perangkat agama dimaksud adalah paradigma beragama mereka yang selama ini menitikberatkan terhadap empat nilai, yakni nilai keadilan, nilai moderat, nilai keseimbangan, dan nilai toleransi.
Copyrights © 2023