cover
Contact Name
Abd. Hannan
Contact Email
nahnujurnal@gmail.com
Phone
+6281703803541
Journal Mail Official
nahnujurnal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LEKPESDAM) MWC NU Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jalan Raya Kacok, Kecamatan Palengaan KM, 12, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69362.
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30262100     DOI : -
NAHNU; Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies menyajikan artikel ilmiah berkualitas tinggi, baik berupa artikel penelitian lapangan, studi kepustakaan, maupun konseptual. Jurnal ini menitikberatkan kajian utamanya (grand issue) pada isu atau topik seputar keislaman kontemporer yang muncul di kalangan masyarakat Nadlatul Ulama, baik dalam konteks keindonesiaan maupun di ranah internasional dengan spesialisasi kajian pada: Nadlatul Ulama, Islam dan demokrasi; Nadlatul Ulama, Islam dan politik; Nadlatul Ulama, Islam dan HAM; Nadlatul Ulama, Islam dan kebangsaan; Nadlatul Ulama, Islam dan ketatanegaraan; Nadlatul Ulama, Islam dan lingkungan; Nadlatul Ulama, Islam dan moderasi beragama; Nadlatul Ulama, Islam dan kebudayaan; Nadlatul Ulama, Islam dan kehidupan publik; Nadlatul Ulama, Islam dan ritual lokal; Nadlatul Ulama, Islam dan hubungan antaragama; Nadlatul Ulama, Islam dan Interreligius; Nadlatul Ulama, Islam dan gender; Nadlatul Ulama, Islam dan ilmu pengetahuan; Nadlatul Ulama, Islam dan filsafat; Nadlatul Ulama, Islam dan gerakan sosial; Nadlatul Ulama, Islam dan pendidikan; Nadlatul Ulama, Islam dan pemberdayaan; Nadlatul Ulama, Islam dan ekonomi NAHNU; Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies adalah wadah publikasi ilmiah bagi para akademisi, peneliti, mahasiswa, profesional, praktisi, aktivis sosial untuk mendiskusikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel ilmiah dari berbagai perspektif, meliputi: Sosiologi; Ilmu pemikiran politik Islam Hukum (Islam) Sosiologi agama; Sosiologi politik; Studi gender; Ilmu politik; Islamic studies; Antropologi; Hukum; Filsafat agama; Ekonomi Islam; Sejarah Islam.
Articles 30 Documents
Paradigma Pedagogik Humanistik Perspektif Imam Az-Zarnuji dalam Kitab Taʻlīm Al-Mutaʻallim dan Relevansinya dengan Merdeka Belajar Junaidi, Shidqi
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i1.1

Abstract

Kitab Taʻlīm al-Mutaʻallim yang ditulis oleh Imam Az-Zarnuji termasuk karya klasik, karena konsep pembelajarannya berpegang teguh pada etika (akhlak). Walaupun demikian, secara faktual kitab ini sampai sekarang masih dikaji dan dijadikan rujukan penting dalam kegiatan pembelajaran, khususnya di pesantren. Seiring dengan munculnya pembelajaran humanistik yang modern yang menekankan kebebasan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Maka pembelajaran Imam Az-Zarnuji dengan pembelajaran berparadigma humanistik perlu ditelaah dan dicari relevansi dengan paradigma merdeka belajar. Dengan latar belakang tersebut, maka dirasa penting untuk melakukan studi yang mendalam terhadap pembelajaran Imam Az-Zarnuji dalam kitab Taʻlīm al-Mutaʻallim, untuk menemukan ciri-ciri humanistik di dalamnya, dan menemukan pula relevansinya dengan paradigma merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis-deskriptif akan menjawab permasalahan yang muncul dari latar belakang di atas.
Historiografi Perkembangan Keragaman Hukum Islam; Dari Era Rasulullah ke Fikih Mazdhab Suaidi, Suaidi
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i1.3

Abstract

Studi ini fokus membahas dinamika pluralisme hukum Islam dari masa ke masa, mulai dari zaman rasulullah, masa sahabat, hingga di masa kontemporer. Secara umum, pembahasan artikel ini bertujuan menjawab tiga rmusan masalah, apa yang disebut dengan pluralisme hukum? Bagaimana realitas pluralisme hukum Islam yang ada pada masa rasulullah? Bagaimana Pluralisme hukum yang ada masa sahabat hingga masa saat ini? Berdasarkan metodologinya, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. adapun jenis dan sumber datanya, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Setelah melakukan analisa berdasarkan teori pluralisme hukum, penelitian ini mendapati beberapa temuan, pertama, pluralisme hukum Islam adalah segala perangkat peraturan atau norma yang secara normatif mengikat kehidupan manusia yang dikukuhkan berdasarkan nilai-nilai Islam, dapat juga berbentuk adat atau kebiasaan namun memiliki relevansi dengan nilai-nilai islam. kedua, pada masa rasulullah. Pluralisme hukum Islam di masa Rasulullah SAW tidak terlalu berkembang seperti yang ada pada masa-masa selanjutnya, seperti era tabi’in, tabi’it -tabi’in, dst. Sumber hukum Islam saat itu bersandar secara langsung pada Al-Quran dan as-Sunnah, jika ada persoalan masyarakat segera dilaporkan kepada Rasulullah. Sedangkan di Era sahabat, terjadilah ekspansi wilayah Islam yang membawa masuknya masyarakat non-Muslim ke dalam kekuasaan Islam. Hal ini memicu perlunya pengaturan hukum untuk mengakomodasi keberagaman yang ada. Pluralisme hukum Islam pada masa Tabi'in dianggap sebagai tahap awal perkembangan hukum Islam, sehingga menjadikan wajah hukum Islam menjadi beragam atau plural seperti sekarang.
Nahdlatul Ulama, Pesantren, and Their Contribution to Strengthening National and State Buildings in Indonesia Mursyidi, Ach. Fatayillah; Hannan, Abd
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i1.5

Abstract

Studi ini mengkaji eksistensi dan kontribusi besar organisasi Islam Nahdlatul Ulama dan Pesantren dalam memperkuat bangunan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, baik kontribusi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara metodologi, kajian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Setelah melakukan analisa data lapangan, studi ini mendapati temuan penting bahwa pesantren dan organisasi NU adalah dua lembaga keagamaan Islam tradisional, yang dalam banyak hal memiliki tradisi beragama sama, baik di level pemikiran maupun aktivitas agama sehari-hari.  Pun demikian halnya dengan pandangan atau pemikiran keduanya terkait konsep kebangsaan dan kenegaraan, pesantren dan NU memiliki sudut pandang yang sama. Karena secara umum, baik NU ataupun komunitas pesantren sama-sama mengadopsi ide kebangsaan dan kenegaraan dari pemikiran besar para kyai terdahulu, terutama dari pemikiran KH. H. Hasyim Asy’ari tentang pentingnya persatuan. Bahwa komitmen berbangsa dan bernegara adalah ikhtiar memelihara persatuan, di mana suatu bangsa atau negara dapat menjadi maju dan hidup makmur manakala ada sikap dan semangat dan persatuan di setiap warganya.
The Role of Local Religious Figures (Kiai) in Strengthening Political Participation in Post-new Order Madura 1998-2019 Topan, Ali; Hakim, Abdul
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i1.22

Abstract

This research aims to conduct an in-depth study of the role and existence of local Madurese religious figures in strengthening political participation in Madura. The local religious figures referred to are kyai, who are known to have a significant role and influence in Madura. The method used in this research is the historical method which includes four steps, namely: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this research show that kiai in Madura have a significant role and influence in strengthening community participation in general elections, both at the regional and presidential elections. The role and influence of the kyai are obtained because the Madurese people are known to have respect and obedience towards the kyai. In the context of Madurese society, kyai are people who have strong religious knowledge, so when Madurese chooses leaders, they tend to use the kyai's political attitudes and choices as role models or political references. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam terhadap peran dan eksistensi tokoh agama lokal Madura dalam memperkuat partisipasi politik di Madura. Tokoh agama lokal dimaksud adalah kalangan kyai, yang selama ini dikenal memiliki peran dan pengaruh signifikan di Madura. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang di dalamnya mencakup empat langkah, yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kiai di Madura memiliki peran dan pengaruh signifikan memperkuat partisipasi masyarakat terhadap pemilihan umum, baik pemilihan di level Pilkada maupun Pilpres. Peran dan pengaruh kyai tersebut diperoleh karena masyarakat Madura dikenal mempunyai sikap hormat dan patuh terhadap kyai. Dalam koteks masyarakat Madura, kyai adalah orang yang memiliki ilmu agama yang mumpuni, ketika orang Madura memilih pemimpin, maka mereka cenderung menjadikan sikap dan pilihan politik para kyai sebagai panutan atau referensi politik.
Modernisasi Pendidikan melalui Implementasi Manajemen Mutu di Kalangan Pesantren Nahdhatul Ulama di Madura Saadatul Ummah, Fiena
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i1.24

Abstract

Pondok Pesantren is an Islamic religious educational institution that grows and is recognized by the Madurese community from time to time. Islamic boarding school education in Amdura, which initially tended to be oriented towards deepening religious knowledge, as the era progressed, the Islamic boarding school began to rejuvenate or modernize, carry out new management and integrate general science material (science and technology) into the daily education system. The pesantren organization in Madura is structured in such a way with various tasks carried out in various organizational fields. Islamic boarding schools as organizations implement strong leadership and healthy management under the charismatic character and figure of Kyai as the leader of the Islamic boarding school. The figure of a leader in an Islamic educational institution is a guide that will be able to bring the institution to rapid progress and development. Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh dan diakui oleh masyarakat Madura dari waktu ke waktu. Pendidikan pesantren di Madura yang mulanya cenderung berorientasi pada pendalaman ilmu agama, seiring berkembangnya waktu dirinya (pesantren) mulai melakukan peremajaan atau modernisasi, melakukan manajemen mutu dan mengintegrasikan materi ilmu pengetahuan umum (sains dan teknologi) ke dalam sistem pendidikan sehari-hari. Organisasi pesantren di Madura disusun sedemikian rupa dengan berbagai tugas yang dijalankan di berbagai bidang organisasi. Pondok pesantren sebagai organisasi menerapkan kepemimpinan yang kuat dan manajemen yang sehat di bawah ketokohan dan figur karismatik kiai selaku pimpinan di pondok pesantren. Figur seorang pemimpin dalam sebuah lembaga pendidikan Islam menjadi pedoman yang mampu membawa lembaga tersebut mengalami kemajuan dan perkembangan pesat dari waktu ke waktu.
Dimensi Pluralisme Agama dalam Islam Perspektif Pemikiran Abdullah Saaed; Sebuah Analisa Teks Kontekstual Khoirul Anwar, Muhammad; Fahmi, Fathul; Yusron, Abdillah
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i1.25

Abstract

This study uses library research methods with Abdullah Saeed's contextual interpretation theory which offers to conduct a review of text contextualization and socio-economic analysis. historical with several steps, namely, a) identifying the world of the text, b) analyzing the text critically, c) analyzing the text in relation to the initial community and, d) analyzing the text in its current condition. This article concludes that the application of verse 62 of Surah Al-Baqarah regarding religious pluralism in current conditions and situations can be applied through the implementation of one's faith with socially righteous deeds by following the applicable rules. This is for the sake of creating inter-religious harmony without having to interpret that all religions are equal and equal under the pretext of freedom of religion.   Diskursus pluralisme agama dalam Al-Quran dapat ditemukan dalam beberapa ayat, salah satunya dalam surah Al-Baqarah ayat 62. Kajian ini menggunakan metode kepustakaan atau library research dengan teori interpretasi kontekstual Abdullah Saeed yang melakukan tinjauan pada analisis kontekstualisasi teks dan sosio-historis dengan beberapa langkah yaitu, a) mengidentifikasi dunia teks, b) menganalisis teks secara kritis, c) menganalisis teks dikaitkan dengan komunitas awal dan, d) menganalisis teks dengan kondisi saat ini. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan ayat 62 surah Al-Baqarah terkait pluralisme agama pada kondisi dan situasi saat ini bisa diterapkan melalui implementasi keimanan seseorang dengan amal saleh secara sosial dengan mengikuti aturan yang berlaku. Hal ini demi terciptanya  kerukunan antarumat beragama tanpa harus memaknai bahwa semua agama sama dan setara dengan dalih kebebasan beragama.
Analisis Ancaman Perubahan Nilai-Nilai Pesantren di Tengah Kawasan Padat Kontrakan Pendatang di Tasikmalaya Romadhon, Fazrian Noor
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i2.26

Abstract

This research examines changes in the values of Islamic boarding schools at the As-Salam Islamic boarding school in the middle of a dense area of residential Tenants" to find out in-depth and descriptively about changes in the values of Islamic boarding schools in the middle of a densely rented area of immigrants. The research method used is descriptive qualitative with informant selection techniques of purposive and snowball sampling. The research results show that the As-Salam Islamic Boarding School, located in the middle of the migrant-rented area, has experienced changes in value and other ways. The As-Salam Islamic Boarding School must immediately improve its efforts to respond to these changes. One applies the principle of al muhafadzatu 'ala al qodim wa al akhdu bi al Jadid al Ashlah, namely preserving good old traditions and adopting new and better things. In this sense, the As-Salam Islamic Boarding School combines demands for change, traditions, and values. Penelitian ini mengkaji perubahan nilai-nilai pesantren di Pondok Pesantren As-Salam di tengah Kawasan padat Kontrakan Pendatang, dengan tujuan melakukan deskripsi secara mendalam tentang perubahan nilai-nilai pesantren di tengah kawasan padat kontrakan padat pendatang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan Pondok Pesantren As-Salam yang terletak di tengah kawasan kontrakan pendatang, telah mengalami perubahan-perubahan, baik nilai, tradisi ataupun hal lainnya. Pondok Pesantren As-Salam harus segera berbenah upaya merespons berbagai perubahan-perubahan tersebut. Salah satunya dengan menerapkan prinsip al muhafadzatu ‘ala al qodim wa al akhdu bi al jadid al ashlah, yaitu melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Dalam artian, Pondok Pesantren As-Salam perlu mengombinasikan kemampuannya untuk dapat menyikapi setiap perubahan sekaligus berusaha mempertahankan setiap tradisi yang masih tergolong baik dan relevan.
Spiritualitas di Era Digital: Pengaruh Teknologi terhadap Pengalaman Keagamaan Masyarakat Perspektif Filsafat Firnando, Hero Gefthi
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i2.27

Abstract

This research explores the impact of digital technology on religious experience and its reflection from a philosophical perspective by focusing its analysis on changes in the interpretation and religious experience of the community in the digital era. The research objectives are to identify ethical implications, understand the dynamics of changing religious values, and explore opportunities for spirituality in the digital world. The research methodology combines a qualitative approach to analyzing philosophical concepts with a literature review on the role of technology in religious life. The theoretical perspective includes the concepts of freedom, ethics, and transcendence. The research findings illustrate a significant shift in religious interpretation and practice, with ethical challenges related to the use of technology. Research recommendations detail how to ethically integrate technology into the religious experience and raise important questions for philosophical reflection in this digital age. This study provides valuable insights for researchers, religious practitioners, and those interested in the complex interactions between technology and spirituality. Penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi dampak teknologi digital terhadap pengalaman keagamaan dan refleksinya dalam perspektif filsafat, dengan memfokuskan analisanya terhadap perubahan dalam interpretasi dan pengalaman keagamaan masyarakat di era digital. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi implikasi etika, memahami dinamika perubahan nilai keagamaan, dan mengeksplorasi peluang spiritualitas dalam dunia digital. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder, khususnya yang bersumber dari kepustakaan. Perspektif teori yang digunakan mencakup teori kebebasan, teori etika, dan transenden. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran signifikan dalam interpretasi dan praktik keagamaan masyarakat saat ini akibat masifnya penggunaan dan perkembangan teknologi mutakhir. Kontribusi besar penelitian ada pada analisa kritis terkait bagaimana mengintegrasikan teknologi secara etis dalam pengalaman keagamaan, sehingga membuat pada pengguna menjadi lebih bijak dan cerdas. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi peneliti, praktisi keagamaan, dan mereka yang tertarik pada isu-isu terkini seputar interaksi kompleks antara teknologi dan dimensi spiritualitas agama.
Istinbathh Method Analysis of Nahdlatul Ulama in Determining Islamic Law in Indonesia Azhari, Doni; Asmuni
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i2.28

Abstract

Lajnah Bahtsul Masa’il is used in Nahdlatul Ulama's Istinbathh procedure to determine Islamic law in Indonesia. Starting with the qauli approach, they directly reference the writings of the four madhhabs or their successors. There is also the manhaji approach, which combines a maqashidi approach with collective ijtihad. These three approaches make it possible to create rules adaptable to social and cultural developments in Indonesia while maintaining the core principles of Islamic law's universality. The Istinbathh technique of Nahdlatul Ulama is crucial in adapting to Indonesian society's dynamics and fostering harmony between traditional Islamic teachings and modern advancements. Lajnah Bahtsul Masa’il digunakan dalam prosedur Istinbathh Nahdlatul Ulama untuk menentukan hukum Islam di Indonesia. Lajnah ini mengacu pada empat mazhab saat membahas topik-topik keagamaan. Dimulai dengan pendekatan qauli, mereka membuat referensi langsung ke tulisan-tulisan dari empat mazhab atau penerusnya. Jika tidak ada sudut pandang yang jelas, mereka menggunakan pendekatan ilhaqiy, membandingkan penilaian masalah baru dengan yang sebanding dengan cara merujuk pada sumber-sumber kredibel (mutabar) dan mengutip sudut pandang yang sudah ada sebelumnya. Ada juga pendekatan manhaji, yang menggabungkan pendekatan maqashidi dengan ijtihad kolektif. Ketiga pendekatan ini memungkinkan terciptanya aturan-aturan yang dapat beradaptasi dengan perkembangan sosial dan budaya di Indonesia dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip utama universalitas hukum Islam. Teknik Istinbathh Nahdlatul Ulama sangat penting, karena dengannya keberadaan hukum Islam dapat beradaptasi dan menjalin keselarasan dengan perkembangan dan kemajuan zaman yang ada di tengah masyarakat secara menyeluruh.
Genealogi dan Pergeseran Bermazhab dalam Tradisi Beragama Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia Muhaimin, Abdul Wafi
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v1i2.29

Abstract

This study examines the genealogy and shifts of insects in the religious traditions of the Islamic socio-religious organization Nahdlatul Ulama (NU) in Indonesia. Two research questions are discussed in this article: what is the genealogy of sects in the NU religious tradition? How is the shift in religious traditions carried out by NU members? Methodologically, this research is a literature study conducted based on qualitative research. There are two types and sources of research data in this study: primary data and secondary data. After analyzing field data based on a socio-historical perspective, this study found that the shift in sectarianism in NU was an implementation of the idea of tajdid offered by NU thought reformers in the 80s, that religious sects do not always have to follow the opinion of the imam of the school of thought from words to words (fi al-aqwāl), but also in his method (fi al-manhāj). Studi ini fokus mengkaji genealogi dan pergeseran bermazhab dalam tradisi beragama organisasi sosial keagamaan Islam Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Terdapat dua pertanyaan penelitian yang dibahas dalam artikel ini, yaitu: bagaimana genealogi bermazhab dalam tradisi beragama NU? Bagaimana pergeseran bermazhab dalam tradisi beragama dilakukan oleh NU? Secara metodologi, penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang dilakukan berdasarkan jenis penelitian kualitatif. Jenis dan sumber data penelitian dalam kajian ini ada dua, data primer dan data sekunder. Setelah melakukan analisa data lapangan berdasarkan perspektif sosio-historis (socio-historical approach), studi ini mendapati temuan bahwa pergeseran bermazhab dalam NU merupakan implementasi dari gagasan reformasi (tajdid) yang ditawarkan oleh para tokoh pembaru pemikiran NU tahun 80-an, bahwa bermazhab tidak selalu harus mengikuti pendapat imam mazhab dari kata perkata (fi al-aqwāl), melainkan dapat juga dalam metodenya (fi al-manhāj).

Page 1 of 3 | Total Record : 30