Media baru dalam disrupsi inovasi menggambarkan kompleksitas potensi pada aspek generasi millennial, dan kebutuhan pasar industri global. Kompleksitas ini utamanya menyangkut pergeseran kebutuhan tenaga kerja yang meruntuhkan relefansi kurikulum, utamanya pada aspek pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. Kurikulum Pendidikan yang berjalan puluhan tahun dalam mentransfer skill, pengetahuan, dan nilai moral tidak lagi relefan atau bidikannnya tidak lagi tepat sasaran. Kalau era sebelumnya faktor produksi bertumpu pada kekuatan modal dan memutakhirkan produk- produk yang dipandang memudahkan hidup manusia, maka pada era 4.0 faktor produksi itu terletak pada kapasitas kesiapan dan kemampuan pengelolaan informasi dan pengetahuan generasi millenial. Apakah teknologi itu sekedar diartikan sebagai cara penggunaan atau kemampuan pengelolaanya secara maksimal. Penulisan ini dilakukan secara eksploratif- deskriptif. Hasilnya adalah, media baru memberikan potensi persoalan baik kesenjangan, ketimpangan dan eksploitasi dari persiapan model baru yang membackup dari proses pembelajaran digital atau daring dalam merespon arus teknologi media.
Copyrights © 2023