Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan remaja Gereja Bethany Sangatta terhadap makna Perjamuan Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki pemahaman yang rendah tentang makna Perjamuan Kudus dan bahwa pengajaran yang dilakukan oleh pengurus gereja kurang efektif. Pendekatan microlearning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan remaja terhadap Perjamuan Kudus. Dengan materi yang disampaikan secara singkat, padat dan interaktif, pengajaran menjadi lebih relevan bagi generasi remaja. Metode ini mampu mengubah Perjamuan Kudus dari rutinitas menjadi pengalaman spiritual yang bermakna.
Copyrights © 2025