Perundungan di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis dan akademik siswa. Melalui Komunitas Anti Perundungan sebagai penerapan dari Program Roots Indonesia diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan bebas dari perundungan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan aksi Komunitas Anti Perundungan dalam rangka penerapan Program Roots Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya aksi yang dilakukan Komunitas Anti Perundungan yang berpedoman pada modul Roots mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tanpa adanya perundungan. Komunitas Anti Perundungan menciptakan program-program anti perundungan yang kreatif dan menarik sebagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah. Program yang telah dilakukan berhasil menurunkan permasalahan perundungan di sekolah, meningkatkan kesadaran siswa mengenai permasalahan perundungan dan membangun keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan.
Copyrights © 2025