Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Vol. 12 No. 3 (2024): November

Struktur Komunitas Bivalvia pada Ekosistem Lamun di Perairan Pantai Binasi Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

Annisa, Tiara Mediana (Unknown)
Adriman, Adriman (Unknown)
Sumiarsih, Eni (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Nov 2024

Abstract

Bivalvia sangat terkait dengan ekosistem lamun secara umum. Pada perairan Pantai Binasi, ekosistem lamun telah menurun dari aktifitas antropogenik seperti ekowisata dan pengambilan moluska yang memungkinkan terkena dampak negatif terhadap organisme biota laut, khususnya bivalvia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia di ekosistem lamun Perairan Binasi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei-juni 2023 di Perairan Pantai Binasi Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sampel bivalvia ada 3 stasiun, yaitu kawasan dekat pemukiman manusia (S1), kawasan pengambilan moluska dan ekowisata (S2), dan kawasan tidak ada aktifitas manusia. Setiap stasiun ada 3 garis transek, dan tiap garis transek terdapat 9 plot (1 x1 m2). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 jenis bivalvia yang ditemukan, yaitu Pinna bicolor, Atrina vexillum, Anadara antiquata, Trachycardium rugosum, Gafrarium divaricatum, Periglypta puerpera, Asaphis violascens, Atactodea striata, Fragum unedo, dan A.antiquata paling banyak ditemukan di setiap stasiun. Kerapatan lamun berkisar antara 22,33-48 ind/m2 dan lamun paling banyak adalah Enhalus acaroides di setiap stasiun. Indeks keanekaragaman (H’) adalah 1,8859-2,6935, indeks keseragaman (E) adalah 0,7992-0,8978, dan indeks dominasi (C) adalah 0,1765-0,3255. Hasil regresi linear sederhana hubungan kerapatan lamun dan kepadatan bivalvia diperoleh r= 0,6059 (kuat).

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JIPAS

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemistry Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan ...