Penelitian bertujuan memahami persepsi, nilai dan makna mangalahat horbo yaitu persembahan kerbau (buffalo offerings) pada upacara kematian saurmatua (meninggal sempurna ditandai adanya cucu dari putra dan putri) pada etnik Toba di Doloksanggul. Kajian dijalankan menurut metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif dimana semua data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi foto. Secara bertahap, data-data disajikan melalui reduksi, display, dan merumuskan kesimpulan setelah dianalisis secara kualitatif. Kecenderungan pandangan terhadap ritual mangalahat horbo pada upacara kematian saur matua mengalami pergeseran sebagai dampak perkembangan pola pikir yang selaras dengan kemajuan zaman. Meskipun proses pelaksanaan mengalami pergeseran, nilai dan makna ritual bersifat tetap mencakup toleransi, prestise, status, kegotongroyongan, dan moral. Ritual mangalahat horbo tidak hanya formal adat istiadat semata, tetapi sekaligus sarana memperkuat ikatan solidaritas sosial dan spiritual.
Copyrights © 2025