Digital forensik merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi komputer dalam mendukung proses hukum, dengan tujuan utama mengungkap dan membuktikan tindak kejahatan berbasis teknologi. Salah satu aspek penting dalam digital forensik adalah pemulihan data yang telah dihapus, yang memungkinkan pengembalian berkas sebagai barang bukti dalam investigasi kejahatan digital. Smartphone menjadi salah satu perangkat yang sering dimanfaatkan dalam tindak kejahatan, termasuk kasus pemalsuan nilai akademik melalui transaksi digital. Penelitian ini menerapkan metode National Institute of Standards and Technology (NIST) dalam proses forensik digital yang terdiri dari tahapan Collection, Examination, Analysis, dan Reporting untuk melakukan recovery terhadap data gambar yang telah hilang atau terhapus pada smartphone android dan mendukung proses investigasi. Pengujian dilakukan menggunakan dua tools, yaitu Wondershare Dr.Fone dan EaseUS Mobisaver, untuk memulihkan bukti digital dari perangkat smartphone Oppo A95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tools tersebut berhasil menemukan 17 file gambar bukti transfer yang diduga merupakan bukti transaksi jual beli nilai. Wondershare Dr.Fone menggunakan pendekatan hybrid scan dan data carving, sementara EaseUS Mobisaver menerapkan metadata-based recovery serta partition-based recovery untuk mengembalikan data yang hilang. Studi ini membuktikan bahwa metode forensik digital berbasis NIST serta penggunaan tools yang tepat dapat membantu dalam pemulihan bukti digital yang telah dihapus. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik investigasi digital, khususnya dalam mengungkap kejahatan akademik seperti manipulasi nilai.
Copyrights © 2025