Jakarta Barat merupakan kota dengan jumlah kasus pneumonia tertinggi pada tahun 2021 menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Adanya kemungkinan perbedaan faktor risiko antar wilayah menjadi alasan diperlukannya pendekatan analisis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial, autokorelasi, dan daerah rawan kejadian pneumonia balita berdasarkan imunisasi PCV, imunisasi dasar lengkap, konsentrasi PM2.5, indeks keluarga sehat, suhu, dan kelembapan. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi melalui pendekatan spasial dengan unit analisis tingkat kecamatan. Data bersumber dari Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat, Nafas Indonesia, BPS Kota Jakarta Barat, dan BMKG. Analisis data menggunakan Indeks Moran. Incidence rate pneumonia balita tertinggi ditemukan di Kecamatan Kebon Jeruk dan terendah di Kecamatan Taman Sari, terdapat autokorelasi spasial global pada kejadian pneumonia balita antar wilayah. Selain itu ditemukan autokorelasi spasial secara lokal pada seluruh variabel dengan kejadian pneumonia balita. Tingkat kerawanan penumonia tertinggi pada tahun 2023 berada pada Kecamatan Kebon Jeruk. Untuk itu, perlu dilakukan upaya pencegahan secara maksimal pada wilayah prioritas yang memiliki tingkat kerawanan pneumonia balita tinggi.
Copyrights © 2025