Dalam proses pembuatan produk permesinan banyak proses yang terjadi, dengan berbagai macam mesin perkakas, salah satu proses yang dilalui merupakan proses turning atau bubut. Pada proses bubut ini terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari proses turning, proses ini dapat dilakukan pula dengan suatu mesin yang dinamakan dengan mesin bubut. Mesin bubut merupakan suatu mesin perkakas yang dapat digunakan untuk memotong benda yang berputar. Sedangkan makna dari pembubutan itu sendiri ialah salah satu proses pemakanan benda kerja yang dimana sayatannya dilakukan pada benda kerja yang berputar dengan pahat yang diam. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimen dengan melakukan perbandingan dari hasil kerataan dan keausan pahat yang digunakan, yang diuji menggunakan mesin pembubutan jenis konvensional. Proses pemesinan bubut sama halnya dalam proses pemesinan keras, yang dimana proses pemesinan keras suatu pemotong dilakukan kepada bahan kerja untuk jenis kekasaran yang lebih besar dari 40 HRC. Data yang diperoleh adalah data primer dari proses pengukuran langsung di lapangan menggunakan dial indicator dan penggaris busur derajat dan analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan tabel dan grafik dari data yang diperoleh. Terdapat perbedaan kerataan permukaan sebesar 0,01 mm antara pahat jenis HSS dan Insert, dan perbedaan sekitar 3° antara pahat HSS dan Insert dari hasil keausan pahat yang didapatkan pada bahan aluminium dan besi ST 37. Oleh sebab itu bahan kerja yang keras memiliki sifat abrasive dan nilai kekerasan yang tinggi. Maka dari itu pada proses bubut dibutuhkan alat potong yang harus jauh lebih keras dibandingkan bahan kerja.
Copyrights © 2025