Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Distrik Malind, Kabupaten Merauke. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali dinamika pelaksanaan Dana Otsus dalam konteks pembangunan pendidikan di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas tinggi. Fokus penelitian terletak pada pemahaman mendalam terhadap realitas sosial, kebijakan, serta peran berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah, guru, aparatur pemerintah distrik, tokoh masyarakat, dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, dengan analisis kualitatif interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Dana Otsus memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Keterlambatan distribusi dana dan ketidakmerataan alokasi antar sekolah menghambat efektivitas program, sementara kapasitas sumber daya manusia di tingkat distrik yang terbatas serta koordinasi antar lembaga yang kurang optimal turut memperburuk implementasi. Masyarakat lokal juga belum terlibat secara maksimal dalam pengawasan dan evaluasi, yang berpotensi mengurangi akuntabilitas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antar stakeholder, peningkatan kapasitas SDM, serta keterlibatan lebih aktif dari masyarakat untuk memaksimalkan dampak positif Dana Otsus dalam sektor pendidikan di Distrik Malind
Copyrights © 2025