Penelitian ini membahas peran orang tua dalam memperkuat literasi agama anak melalui komunikasi dakwah dalam keluarga. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi strategi orang tua dalam menghadapi tantangan era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua, komunikasi dakwah kreatif melalui cerita nabi dan media digital, serta keterlibatan anak dalam aktivitas keagamaan, berperan dalam meningkatkan literasi agama. Tantangan utama meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan agama, dan pengaruh negatif teknologi. Strategi parental mediation, seperti pendampingan aktif dan pembatasan konten, menjadi solusi efektif. Komunikasi berbasis kasih sayang menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran agama. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membentuk karakter anak yang beriman dan berakhlak mulia di era digital.
Copyrights © 2024