Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ambiguitas identitas suku pada anak-anak hasil pernikahan antara perempuan Minangkabau dan laki-laki dari suku lain melalui medium komposisi musik tradisi. Fenomena ini menciptakan waris ganda, dimana anak-anak tersebut mewarisi sistem matrilineal dari pihak ibu dan sistem patrilineal dari pihak ayah. Ambiguitas ini memunculkan dinamika identitas sosial dan budaya yang kompleks, terutama dalam konteks adat Minangkabau yang mengutamakan garis keturunan ibu. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana interpretasi fenomena ambiguitas suku dan waris ganda dapat diungkapkan secara artistik dalam bentuk komposisi musik tradisi Minangkabau yang inovatif. Metode penciptaan karya ini dengan langkah Observasi, perumusan konsep, pengembangan konsep artistik,pemilihan instrumen, penyusunan, perwujudan, dan penyelesaian.Pendekatan interpretasi dipilih untuk menerjemahkan fenomena sosial ini menjadi elemen musikal yang merepresentasikan makna. Dalam proses penciptaan, pengkarya mengolah musik tradisi Minangkabau dengan memasukkan unsur-unsur dari budaya suku lain yang relevan, menghasilkan sebuah karya yang mencerminkan identitas waris ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi Duo Warih Tungga Rago berhasil merepresentasikan ambiguitas identitas suku melalui eksplorasi musikal yang inovatif. Karya ini menonjolkan dialog antara elemen tradisi Minangkabau dan budaya lain, sekaligus menggambarkan dinamika emosional dan sosial dari fenomena tersebut.
Copyrights © 2025