Manajemen risiko dalam layanan kesehatan memastikan bahwa sistem layanan kesehatan beroperasi dengan aman, memenuhi standar mutu, dan mendukung keselamatan pasien. Permasalahan di Indonesia adalah fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan klinik, diharuskan untuk mendokumentasikan penerapan manajemen risiko dalam bentuk register risiko. Namun, pembuatan register risiko tersebut masih konvensional dan belum memanfaatkan teknologi informasi, sehingga menyulitkan manajer mutu dan manajemen puncak dalam memantau mupun mengevaluasi upaya mitigasi/pencegahan risiko. Tahap pertama dalam pengembangan sistem informasi adalah perencanaan, yang melibatkan identifikasi masalah dan analisis kebutuhan pengembangan sistem. Urgency penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kebutuhan untuk membangun aplikasi Kasir-Risk: Kalkulator Mitigasi Risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data meliputi diskusi kelompok terarah, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah pengguna yang terkait dengan input, proses, dan output telah diidentifikasi, beserta solusinya. Hasil identifikasi masalah berfungsi sebagai dasar untuk menghasilkan persyaratan fungsional yang diperlukan untuk merancang sistem informasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa kepala unit, manajer mutu, dan manajemen puncak memerlukan aplikasi Kasir-Risk untuk mengatasi permasalahan dokumentasi penerapan manajemen risiko. Ini mencakup berbagai proses mulai dari identifikasi dan analisis risiko hingga pengembangan rencana mitigasi risiko secara holistik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien dengan mengatasi kebutuhan input, proses, output, dan pengguna.
Copyrights © 2025