Forensik digital memiliki peran krusial dalam investigasi kejahatan siber, terutama dalam pemulihan data yang hilang atau terhapus. Salah satu metode yang digunakan dalam proses ini adalah data carving, yaitu teknik ekstraksi file dari media penyimpanan yang mengalami fragmentasi atau kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tiga alat data carving pada BackTrack OS, yakni Scalpel, Foremost, dan PhotoRec, dengan mempertimbangkan aspek kecepatan, akurasi, dan kemampuan menangani fragmentasi file. Pendekatan eksperimental diterapkan dengan menggunakan tiga jenis media penyimpanan (USB drive, hard disk, dan kartu SD) yang telah melalui simulasi kerusakan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Scalpel memiliki keunggulan dalam kecepatan pemulihan, Foremost menawarkan keseimbangan antara efisiensi dan akurasi, sedangkan PhotoRec unggul dalam pemulihan data dari media yang mengalami kerusakan parah. Temuan ini menegaskan bahwa tidak ada satu alat yang sepenuhnya unggul dalam semua aspek, sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan investigasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi forensik digital dalam menentukan alat pemulihan data yang optimal berdasarkan karakteristik kasus yang dihadapi.
Copyrights © 2025