Rendahnya kemampuan kader dalam melakukan deteksi tumbuh kembang balita tidak terlepas dari minimnya pendampingan sehingga mampu melakukan deteksi tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang anak sebagai upaya pencegahan stunting Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental (pre-experiment) dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok (one group pretest-posttest disign). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader posyandu berjumlah 20 orang. Sampel merupakan bagian dari populasi diambil dari keseluruhan objek penelitian dengan berjumlah 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan kader psyandu sebelum dilakukan pendampingan adalah 9,65 (SD=2,96), dan rerata nilai pengetahuan kader posyandu setelah dilakukan pendampingan adalah 13,25 (SD= 1,80). Rerata skor keterampilan kader sebelum pendampingan 7,25 (SD=2,02) dan rata-rata skor setelah diberikan pendampingan 14,10 (SD=0,91). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada skor pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah pendampingan dengan nilai Asymp Sig. 0,000 berarti nilai p<0,05. Hasil ini menunjukkan terdapat pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader dalam Deteksi Dini tumbuh kembang Anak. Pihak puskesmas meningkatkan kegiatan pelatihan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak dan melakukan pendampingan rutin kepada kader posyandu
Copyrights © 2025