Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KONSUMSI ENERGI, LEMAK JENUH DAN SERAT DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Muliani, Usdeka
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.685 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.525

Abstract

Indonesia saat ini menghadapi masalah penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler.Salah satu faktor utama dalam mencegah penyakit jantung adalah dengan memperhatikan pola makan yang sehat.Makanan yang kita konsumsi harus mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.Naiknya trigliserida darah memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energy, lemak jenuh, dan serat dengan kadar trigliserida darah pasien PJK di PoliJantung RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung  Tahun 2014? Penelitian dilaksanakan bulan juni 2014 dengan metode penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 51 responden.Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Penelitian menyimpulkan responden terbanyak: (1)usia 40-60 tahun 82,9%; (2) jenis kelamin wanita 54,9%; (3) status gizi responden dengan status gizi normal 49%(4) Kadar trigliserida normal 60,8%; (5) Asupan energi kurang baik 72,5% ; (6) Asupan lemak jenuh yang baik 54,9%; (7) Asupan serat kurang baik 96,1%; (8) Tidak ada hubungan antara asupan energi, lemak jenuh, dan serat dengan kadar trigliserida darah responden. Sehubungan masih banyak responden dengan asupan energy, lemak jenuh, dan asupan serat yang kurang baik maka saran penulis perlu adanya peningkatan kerja sama antara tim medis agar merujuk semua pasien, terutama pasien baru ke poli konsultasi gizi, sebaiknya ditambahkan sarana informasi berupa poster maupun leaflet tentang pengaturan makan diet penyakit jantung, dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengapa asupan serat pasien PJK masih sangat rendah dari yang dianjurkan
Karakteristik berbagai jenis tepung ubi jalar termodifikasi dengan metode autoclaving retrogradation [Characteristics of various sweet potato flour modified by autoclaving retrogradation method] Sefanadia Putri; Usdeka Muliani
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 26, No 2 (2021): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v26i2.83-93

Abstract

Sweet potato has great potency to be developed as an alternative carbohydrate source in the form of modified sweet potato flour. Autoclaving retrogradation is a physical modification method to improve the physicochemical characteristics of flour. The purpose of this study was to determine the effect of the autoclaving retrogradation method on the characteristics of various sweet potato flour: dietary fiber, resistant starch, starch digestibility, nutritional content, and antioxidant, and to determine the best modified sweet potato flour. The experimental design used a non-factorial completely randomized block design with four replications. The treatment consisted of 6 types of sweet potato, namely control (purple sweet potato without treatment), orange sweet potato, purple sweet potato, honey-sweet potato, red sweet potato, and purple white sweet potato). The results showed that there were significant differences in dietary fiber, levels of resistant starch, digestibility of starch, nutritional content, and antioxidant activity amongst various types of modified sweet potato flour. The best modified sweet potato flour was found in modified red sweet potato flour which contained 44.64% dietary fiber, 19.75% resistant starch, 13.50% starch digestibility, 66.32%  antioxidant activity, with comparable nutritional content.  
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kedaung Kota Bandar Lampung Menuju Desa Tangguh Covid-19 Antun Rahmadi; Sutrio Sutrio; Arie Nugroho; Bertalina Bertalina; Dewi Sri Sumardilah; Usdeka Muliani; Mindo Lupiana; Roza Mulyani; Endang Sri Wahyuni; Sefanadya Putri; Yulia Novika J; Nawasari Indah Putri Sejati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JPMI - April 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.11

Abstract

Penerapan protokol kesehatan terbukti efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Adaptasi kebiasaan baru perlu didukung dengan pengetahuan yang benar. Oleh karena itu masyarakat perlu diberikan edukasi yang memadai tentang masalah Covid-19 dan upaya pencegahannya. Sosialisasi protokol kesehatan kepada aparat pemerintahan kelurahan yang diikuti dengan penyuluhan dan konsultasi bagi sasaran khusus merupakan salah satu metode yang layak dilakukan. Sosialisasi secara klasikal terbukti dapat meningkatkan secara signifikan pengetahuan aparat pemerintahan kelurahan sebesar 42,3% sedangkan penyuluhan informal dan berkala dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 52,03%. Pemberian stimulus sarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga berkontribusi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.
ASUPAN ZAT-ZAT GIZI DAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM-TIPE2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Usdeka Muliani
Jurnal Kesehatan Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.782 KB) | DOI: 10.26630/jk.v4i2.74

Abstract

Usdeka Muliani1)1) Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarange-mail : inideka@yahoo.co.idAbstract :The Corerelation between Intake of Nutrients With Blood Sugar Levels  Patients DM-Tipe2 in Polyclinic RSUDDr.H Abdul Moeloek Lampung Province. Patients with DM in  ambulatory RSUDAM) Lampung Province in 2011who ranks third out of 10 diseases most patients.The general objective of this study was to determine the relationship of intake of nutrients in the blood sugar levels in patients with DM-tipe2 polyclinic hospital medicine. RSUDAM. This research is experimental analytic cross sectional design. The population is patients with DM-poly tipe2 outpatient internal medicine RSUDAM Lampung province. Samples 57 people with accidental sampling technique. Data was analyzed by univariate and bivariate.The results of univariate analysis were 39 patients (68.4%) unfavorable energy intake, 63.2%patients poor protein intake, 52.6% patients good carbs intake, 61.4%patients unfavorable fat intake, 86% patients good cholesterol intake, and 68.4% patients of fiber intake is less than it should.The results of the bivariate analysis are known (1) There is a significant correlation between energy intake with blood sugar levels of p = 0,001, (2) There is a relationship between protein intake with blood sugar level (p = 0,033) and (3) There is a relationship between carbohydrate intake with blood sugar levels (p = 0,004) and (4) There is no relationship between the intake of fat to the blood sugar levels (p = 0,590), (5) There is no relationship with the intake of cholesterol in blood sugar levels (p = 0 ,422) , (6) There is a relationship of fiber intake with blood sugar levels (p = 0,001). Suggestions, better patients with DM in polyclinic RSUDAM gets counseling and nutritional counseling on a regular basis, as well as the need to do further research on the factors that influence food intake of people with DM-tipe2.Keywords : DM-Tipe2, Intake of nutrition, blood sugar levelsAbstrak : Hubungan Asupan Zat-Zat Gizi Dengan Kadar Gula Darah Penderita DM-Tipe2 di Poliklinik  Penyakit Dalam RSUD Dr. H Abdul MoeloekProvinsi Lampung.Pasien DM di ruang rawat jalan RSUDAM Provinsi Lampung tahun 2011 menempati urutan ketiga dari 10 penyakit terbanyak. Tujuan penelitian, untuk mengetahui hubungan asupan zat-zat gizi dengan kadar gula darah penderita DM-tipe2 di poliklinik penyakit dalam RSUDAM Provinsi Lampung. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi, adalah pasien DM-tipe2 rawat jalan di poli penyakit dalam RSUDAM Provinsi Lampung. Sampel 57 orang dengan teknik accidental sampling.Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat68,4% pasien kurang baik asupan energinya, 63,2% pasien asupan protein kurang baik, 52,6% pasien baik asupan karbohidratnya, 61,4% pasien asupan lemak kurang baik, 86% pasien baik asupan kholesterol, dan 68,4% pasien asupan serat kurang dari seharusnya.  Hasil analisis bivariat (1) Ada hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan kadar gula darah (p= 0,001) ; (2) Ada hubungan antara asupan protein dengan kadar gula darah (p = 0,033) ; (3) Ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan kadar gula darah (p= 0,004) ; (4) Tidak ada hubungan antara asupan lemak dengan kadar gula darah( p = 0,590) ; (5) Tidak ada hubungan asupan kholesterol dengan kadar gula darah (p=0,422) ; (6) Ada hubungan asupan serat dengan kadar gula darah (p = 0,001). Saran, sebaiknya pasien DM di poli penyakit dalam mendapat penyuluhan dan konseling gizi secara  berkala, serta perlu dilakuka penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi asupan makanan penderita DM-tipe2.Kata kunci : DM-Tipe2, asupan zat-zat gizi, kadar gula darah
PERBEDAAN ASUPAN PROTEIN, FE, VIT B6, VIT C, DAN STATUS KEK PADA REMAJA PUTRI ANEMIA DAN NON ANEMIA USDEKA MULIANI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.943 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1115

Abstract

Iron deficiency anemia (IDA) is a nutritional problem in young women that needs special attention. Except for lack of iron intake, the cause of anemia is due to lack of micronutrient intake that plays a role in iron metabolism, erythropoiesis, and hemoglobin formation, including vitamin B6 and vitamin C. Another nutritional problem that is often experienced by young women is Chronic Energy Deficiency due to energy intake. less than an ongoing need. The purpose of this study was to determine differences in the nutritional intake of protein, iron, vitamin B6, vitamin C and KEK status in anemic and non-anemic adolescent girls. Data collection was carried out in August-September 2020 on 122 respondents. The amount of nutrient intake was obtained through interviews and the respondent's hemoglobin level was measured using the Hemato Analyzer. The research method is analytic by using a cross sectional approach. The data were analyzed univariately and bivariately with a different test (t-test) Independent. The results showed that the prevalence of anemia in respondents was 17.2%, protein intake was less 58.2%, iron (Fe) intake was less 96.8%, vitamin B.6 intake was less than 85.2%, and vitamin C intake was 93. 4%, and respondents with KEK status 46.7%. As for the results of the different tests, there was no significant difference between the intake of protein, iron, vitamin B6, and vitamin C as well as the LILA of the anemic and non-anemic respondents. It is recommended that related parties conduct socialization of healthy feeding for adolescents. ABSTRAKAnemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah gizi pada remaja putri yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecuali kekurangan asupan zat besi, penyebab tejadinya anemia akibat kekurangan asupan mikronutrien yang berperan dalam metabolism zat besi, eritropoesis, maupun pembe ntukan hemoglobin antara lain vitamin B6 dan vitamin C. Masalah gizi lain yang sering dialami oleh remaja putri adalah Kurang Energi Kronis akibat dari asupan energy kurang dari kebutuhan yang berlangsung lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi protein, zat besi, vitamin B 6, vitamin C dan status KEK pada remaja putri anemia dan non anemia. Pengambilan data dilakukan bulan Agustus-September tahun 2020 pada 122 responden. Jumlah asupan zat gizi diperoleh melalui wawancara dan alat ukur kadar hemoglobin responden menggunakan Hemato Analizer. Metode penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji beda (t-test) Independent. Dari hasil penelitian diperoleh prevalensi responden anemia 17,2%, asupan protein kurang 58,2%, asupan zat besi (Fe) kurang 96,8%, asupan vitamin B.6 kurang 85,2%, dan asupan vitamin C kurang 93,4%, serta responden dengan status KEK 46,7%. Adapun dari hasil uji beda tidak ada perbedaan yang significant antara asupan protein, Fe, vitamin B6, dan vitamin C serta LILA responden yang anemia dan yang tidak anemia. Disarankan agar pihak terkait melakukan sosialisasi pemberian makan yang sehat bagi remaja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISA MAKANAN SARING PASIEN RAWAT INAP Usdeka Muliani
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.19 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.254

Abstract

Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit melalui penyelenggaraan makanan. Sisa makanan pasien merupakan salah satu tolok ukur dari pelayanan gizi ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan saring di ruang rawat inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung  Tahun 2011? Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 41 responden di ruang rawat inap kelas I, II, dan III. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menyimpulkan : (1) responden terbanyak berumur >40tahun (82,9%); (2) jenis kelamin terbanyak wanita (53,7%); (3) responden umumnya berpendidikan rendah (80,5%); (4)  Responden yang menilai cita rasa kurang baik sejumlah 21 orang (51,2%),  ; (5) sisa makanan saring rata-rata 57,1%; (6) Tidak ada hubungan antara faktor umur dengan sisa makanan (ρ =  0,128); (7)   Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan sisa makanan (ρ = 0,724); (8) Tidak ada hubungan antara pendidikan responden dengan sisa makanan (p = 0,477); (9) Tidak ada hubungan antara cita rasa responden dengan sisa makanan (p = 1,000). Pihak Instalasi Gizi sebagai pengelola makanan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung diharapkan dapat melakukan evaluasi dan inovasi pada makanan saring agar menghasilkan makanan yang menarik dan enak dengan demikian  dapat membangkitkan selera makan pasien sehingga mengurangi terjadinya sisa makanan. 
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sutrio Sutrio; Usdeka Muliani; Yulia Novika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JAMSI - November 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.071 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.143

Abstract

Pemerintah berusaha menanggulangi stunting dengan upaya intervensi gizi spesifik. Agar program tersebut dapat berjalan dengan efektif maka deteksi dini anak dengan stunting penting untuk dilakukan. Kader posyandu sebagai orang yang dekat dengan masyarakat dan merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam hal menangani masalah kesehatan ibu dan anak yang terdapat di masyarakat bisa sangat strategis untuk dijadikan sebagai pihak yang bisa membantu mengatasi masalah stunting sesuai dengan kapasitasnya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kader mengenai stunting, menambah keterampilan kader dalam mendeteksi dini dan edukasi dalam pencegahan stunting di desa Sidodadi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai subyek dan obyek pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang deteksi dini dan pencegahan stunting sebesar 25,42 poin dari 66,25 menjadi 91,67. Hasil uji T diperoleh p value = 0,000 artinya secara statistik ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemberian pelatihan. Kegiatan ini juga terbukti mampu meningkatkan kesadaran kader mengenai stunting, kader mampu melakukan deteksi dini kejadian stunting dengan menggunakan KMS dan Grafik Pertumbuhan WHO serta mampu mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting.
Sosialisasi Pencegahan Covid-19 dan Peningkatan Kapasitas kader Posyandu melalui Penyuluhan tentang Pemberian Makanan Seimbang bagi Baduta di Desa Cipadang Endang Sri Wahyuni; Usdeka Muliani; Ranny Septiani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3664

Abstract

ABSTRAKPada akhir Maret tahun 2020, di Desa Cipadang  terdapat 16 orang dengan pengawasan kasus covid-19 (ODP) dan meningkat menjadi 84 orang pada 14 April 2020. Social distancing dan penggunaan masker belum dilaksanakan masyarakat di Desa Cipadang. Di sisi lain, Cipadang merupakan lokus stunting di Pesawaran. Tujuan kegiatan adalah terdistribusinya bantuan, meningkatnya kesadaran warga untuk pencegahan covid 19 serta pengetahuan kader tentang pemberian makanan seimbang pada baduta di Desa Cipadang.  Pengetahuan kader tentang pemberian makanan seimbang bagi baduta meningkat dengan nilai rata-rata dari 63,53 menjadi 71,18. Uji paired t test berpengaruh pada tingkat pengetahuan kader (p=0,000). Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan kader secara bermakna. Penggunaan masker dan praktek social distancing telah dilaksanakan oleh kader posyandu dalam kegiatan posyandu maupun pada saat berinteraksi dengan orang lain. Pendampingan kader diperlukan untuk menjamin penerapan pemberian makanan seimbang bagi baduta di Desa Cipadang. Kata Kunci: Pencegahan Covid-19, Makanan Baduta, Desa Cipadang  ABSTRACT At the end of March 2020, in Desa Cipadang there were 16 people with surveillance of the Covid-19 case and increased to 84 people on April 14, 2020. Social distancing and wearing of masks have not been implemented by the community in Desa Cipadang. On the other hand, Cipadang is a stunting locus in Pesawaran. The purpose of the activity is the distribution of aid, increasing awareness of residents for the prevention of Covid 19 and knowledge of cadres about giving balanced food to baduta in Desa Cipadang. The knowledge of cadres about providing balanced food for baduta increased with an average value from 63.53 to 71.18. The paired t test affected the cadres' level of knowledge (p = 0.000). Education increase cadres' knowledge significantly. The use of masks and social distancing practices have been carried out by posyandu cadres in posyandu activities and when interacting with other people.. Cadre assistance is needed to ensure the implementation of balanced feeding for baduta in Cipadang Village. Keywords: Prevention of Covid-19, Diet for Baduta, Desa Cipadang 
Edukasi Stunting Dan Pembuatan MP-Asi Dengan Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Mekar Asri Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Usdeka Muliani
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.15 KB)

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh (growth faltering) pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Desa Mekar Asri merupakan desa di wilayah Puskesmas Baradatu Kabupaten Way Kanan, dari survey awal pengukuran status gizi pada 35 anak balita terdapat 3 (8,6%) anak bawah lima tahun (balita) yang menderita gizi kurang,1 (2,85%) balita gizi buruk dan 2 (4,7%) balita mengalami stunting.. Edukasi stunting dan pembuatan MP-ASI dengan pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah dalam pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI lokal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengajak masyarakat untuk menyadari akan pentingnya tumbuh kembang anak dan kesehatan sejak dini dan pemanfaatan pangan lokal dalam bentuk MP-ASI untuk mencukupi asupan gizi balita.  Hasil yang didapatkan  peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita di desa Mekar Asri mengenai stunting serta ibu balita sudah mampu mempraktekkan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal. Penyuluhan tentang stunting, konsep gizi seimbang dan MP-ASI sebaiknya rutin di lakukan di Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
KANDUNGAN ZAT BESI - KALSIUM UNTUK IBU HAMIL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG UDANG REBON PADA SNACK TORTILLA CHIPS UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Reni Indriyani; Sutrio Sutrio; Yulia Novika; Usdeka Muliani; Mindo Lupiana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.9117

Abstract

Gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sehingga memiliki penurunan kecerdasan. Status kesehatan janin terjadi akibat dari kekurangan gizi pada ibu selama hamil. Kekurangan asupan makanan yang kaya zat gizi mikro (kalsium dan besi) seperti daging, ikan, buah, sayuran hijau dan susu serta produk olahannya lainnya. Tujuan penelitian menjelaskan penambahan tepung udang rebon pada produk tortrila chips untuk peningkatan nilai gizi kalsium dan besi yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode perlakuan penambahan tepung udang rebon pada pembuatan sanck tortilla chip. Pengamatan melalui uji kadar kalsium dan kadar Fe di Laboratorium Uji Mutu Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Hasil pengujian ini terlihat proporsi udang rebon tertinggi 50% terdapat kadar besi yang besar pula, tetapi standar deviasi yang tinggi, dan nilai standar yang paling kecil pada formula udang rebon 25%. Pengujian kadar besi ini mendapatkan informasi hasil analisa laboratorium peningkatan penambahan formulasi tepung udang rebon semakin tinggi, berbanding lurus dengan peningkatan kadar besi pada produk tortilla. Produk tortila dengan penambahan formulasi tepung jagung dan tepung udang rebon penambahan tepung udang rebon pada produk   tortrila chips terhadap kadar besi dan kalsium terdapat pada formulasi 5, dengan prosi tepung jagung dan tepung udang rebon 50:50.