Stres merupakan hal yang terjadi saat tubuh menghadapi sesuatu yang dianggap mengancam. Stres akademik menjadi sebuah fenomena yang sering diamati pada mahasiswa kedokteran yang muncul sebagai respon terhadap tingginya tuntutan akademik. Tingkat stres akademik yang tinggi dapat menyebabkan mahasiswa menunda mengerjakan tugas yang diberikan sehingga mengakibatkan penurunan performa dan hasil akademik. Tujuan dari studi ini ialah untuk melihat hubungan antara stres dan perilaku menunda belajar atau mengerjakan tugas (prokrastinasi) pada mahasiswa kedokteran. Desain pada studi ini ialah studi analitik potong lintang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada bulan Maret 2024. Subjek studi sebanyak 265 mahasiswa diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) digunakan untuk mencari prevalensi stres, sementara instrumen Academic Procrastination Scale digunakan untuk mencari pola perilaku menunda (prokrastinasi). Studi ini mendapatkan hasil sebanyak 146 responden (55,1%) dari 265 mahasiswa mengalami stres dan sebanyak 40 responden (15,1%) memiliki perilaku menunda tingkat tinggi, 188 responden (70,9%) memiliki perilaku menunda tingkat sedang, dan 37 responden (14%) memiliki perilaku menunda tingkat rendah. Uji analitik antar kedua variabel diadaptkan nilai p sebesar 0,003. Studi ini menyimpulkan adanya hubungan signifikan antara stres dengan prokrastinasi pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara.
Copyrights © 2024