Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran empati dan kesadaran diri sebagai dua dimensi utama kecerdasan emosional dalam konteks kepemimpinan dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, yang mengidentifikasi dan mensintesis temuan-temuan dari berbagai penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati memiliki peran yang signifikan dalam membangun hubungan yang kuat antara pemimpin dan tim, serta meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam organisasi. Pemimpin yang empatik cenderung mampu mengurangi konflik, meningkatkan keterlibatan anggota tim, dan mendorong inovasi. Selain itu, kesadaran diri sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang bijaksana juga berpengaruh besar terhadap kinerja organisasi. Pemimpin yang sadar akan kekuatan dan kelemahan diri mampu mengelola emosi dan menyeimbangkan hubungan interpersonal dengan tujuan organisasi. Temuan ini juga menunjukkan perlunya modifikasi model kecerdasan emosional dengan memasukkan dimensi kesadaran emosional sosial untuk memperkuat pengelolaan emosi dalam organisasi. Secara keseluruhan, pengembangan empati dan kesadaran diri dapat meningkatkan efektivitas kepemimpinan dan berkontribusi pada keberhasilan jangka panjang organisasi.
Copyrights © 2025