ABSTRACTAs time goes by, most people are more interested in washing their clothes at a laundry service rather than washing them themselves, because it saves time and is more practical. Legal protection for consumers is very important, especially in service industries like laundry, where consumers' personal belongings are often at risk of being lost. In practice, many consumers suffer losses due to mistakes made by the laundry, such as items being lost or swapped with someone else's belongings. The purpose of this research is to understand and analyze the form of responsibility of the business operator Isra Laundry and to find out the legal efforts made by consumers regarding claims of lost consumer goods based on the perspective of consumer protection law.The type of research in this thesis is Juridical Sociological research and is Descriptive Analytical in nature. The technique for collecting primary data was conducted through interviews, while the collection of secondary data was carried out through literature studies. The determination of the sample was conducted using the Purposive Sampling technique. Meanwhile, the data analysis technique was carried out using qualitative analysis techniques.The results of this study show that the business operator of Isra Laundry is responsible by providing compensation as stated in its standard clause; therefore, consumers are still disadvantaged because they do not receive full accountability. However, they have shown good faith by continuing to provide compensation to consumers who wash their clothes at their establishment. It was then found that non-litigation legal efforts had been made through negotiations between the Isra Laundry business operator and the consumers to reach an agreement. The result of the negotiation also stated that the responsibility provided by Isra Laundry to the consumers has not been fully fulfilled. Keywords: Responsibility, Business Actors, Consumers, Laundry ABSTRAKSeiring berkembangnya zaman, kebanyakan orang lebih tertarik mencuci ditempat laundry pakaian dibanding mencuci pakaian sendiri, karena dapat menghemat waktu dan lebih praktis. Perlindungan hukum bagi konsumen merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam industri jasa seperti laundry, di mana barang-barang pribadi konsumen sering kali berisiko mengalami kehilangan. Dalam praktiknya, banyak konsumen yang mengalami kerugian akibat kesalahan dari pihak laundry hilang atau tertukar dengan milik orang lain. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bentuk tanggung jawab pelaku usaha Isra Laundry dan mencari tahu upaya hukum yang dilakukan oleh konsumen terhadap klaim kehilangan barang konsumen berdasarkan perspektif hukum perlindungan konsumen. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian Yuridis Sosiologis dan bersifat Deskriptif Analitis. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan melakukan studi pustaka. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pelaku usaha Isra Laundry bertanggung jawab dengan melakukan ganti rugi sebagaimana termuat dalam klausula baku miliknya, oleh karena itu konsumen tetap dirugikan karena tidak mendapatkan pertanggungjawaban secara penuh. Namun pihaknya telah menunjukkan itikad baik dengan tetap memberikan ganti rugi terhadap konsumen yang mencuci pakaian di tempatnya. Kemudian diketahui bahwa telah dilakukan upaya hukum secara non litigasi dengan melakukan negosiasi antara pelaku usaha Isra Laundry dan konsumen untuk mencapai suatu kesepakatan. Hasil dari negosiasi tersebut juga menyatakan bahwa pertanggungjawaban yang diberikan oleh pihak Isra Laundry kepada konsumen belum dilakukan secara penuh.Kata kunci: Tanggung jawab, Pelaku Usaha, Konsumen, Laundry
Copyrights © 2025