Jurnal Fatwa Hukum
Vol 8, No 2 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum

ADAT ISTIADAT SAPRAHAN PERNIKAHAN PADA MASYARAKAT MELAYU DESA TUMUK MANGGIS KECAMATAN SAMBAS

NIM. A1012191208, MUAMMAR (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2025

Abstract

 AbstractIn the saprahan tradition, there are equipment used, such as saprahan cloth, saprah plates, side dish plates, drinking water cups, rice spoons, side dish spoons, large trays, small trays, and napkins. The types of saprahan can also be distinguished based on the shape and type of dish. There are daily saprahan, kaccik day saprahan, and big day saprahan. The Sambas Malay saprahan tradition has moral education values contained in it, such as mutual cooperation (ta'awun), respecting guests (ikram dhuyuf), and togetherness (ma'iyah). Saprahan also symbolizes the values of Islamic teachings, with saprahan properties and processions.                       So the main problem in this writing is: "Are the Saprahan Customs in the Malay Community in Tumuk Manggis Village, Sambas District, Sambas Regency Still Implemented according to the original customary provisions? The objectives of this research are as follows: To obtain data and information, causal factors, legal consequences and legal efforts regarding the Saprahan Customs in the Malay Community of Tumuk Manggis Village, Sambas District. This study used an empirical legal research method, with a descriptive research nature and qualitative data analysis.                       The results of the study were that the saprahan customs in the Sambas Malay community in Tumuk Manggis Village, Sambas District, are still carried out even though they have experienced several shifts, namely the loss of one of the stages or series in the Implementation of the Saprahan Customs of the Sambas Malay Community; That the factors that caused the shift in the Implementation of the Saprahan Customs of the Malay Community in Tumuk Manggis Village, Sambas District, Sambas Regency, namely due to the development of the era; That the legal consequences for couples who do not carry out the Saprahan Customs in their entirety are the loss of connection with culture and identity, the saprahan customs are an important part of the cultural heritage and identity of a group. By not carrying out the saprahan customs, couples may lose connection with their own culture and identity. This can reduce their sense of pride and understanding of their cultural roots, while negative reactions from the community: not carrying out the saprahan customs can cause negative reactions from the community, especially from those who strongly adhere to traditional values. couples may face criticism or judgment from their surroundings, which can affect their social relationships and the support they receive; and the efforts of the Malay indigenous community to maintain and preserve the saprahan customs as an important part of their identity and cultural heritage. They realize the importance of maintaining the sustainability of customs so that they remain alive and passed on to future generations.Keywords: Custom, Saprahan, Sambas Malay  Abstrak  Dalam tradisi saprahan, terdapat peralatan yang digunakan, seperti kain saprahan, pinggan saprah, piring lauk, cawan air minum, sendok nasi, sendok lauk, baki besar, baki kecil, dan serbet. Jenis saprahan juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan jenis hidangannya. Ada saprahan sehari-hari, saprahan hari kaccik, dan saprahan hari besar. Tradisi saprahan Melayu Sambas memiliki nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung di dalamnya, seperti gotong royong (ta'awun), menghormati tamu (ikram dhuyuf), dan kebersamaan (ma'iyah). Saprahan juga melambangkan nilai ajaran agama Islam, dengan properti dan prosesi saprahan.Maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan ini adalah: "Apakah Adat Istiadat Saprahan Pada Masyarakat Melayu Di Desa Tumuk Manggis Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Masih Dilaksanakan sesuai ketentuan adat aslinya?. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mendapatkan data dan informasi, faktor penyebab, akibat hukum dan upaya hukum tentang Adat Istiadat Saprahan Pada Masyarakat Melayu Desa Tumuk Manggis Kecamatan Sambas. Dalam penelitian ini dipergunakan metode penelitian hukum empiris, dengan sifat penelitian deskriptif   dan analisis   datanya kualitatif.Hasil penelitian yang dicapai bahwa adat istiadat saprahan pada masyarakat Melayu Sambas di Desa Tumuk Manggis Kecamatan Sambas masih dilakukan walaupun mengalami beberapa pergeseran yaitu hilangnya salah satu tahapan atau rangkaian dalam Pelaksanaan Adat Istiadat Saprahan Masyarakat Melayu Sambas; Bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran Pelaksanaan Adat Istiadat Saprahan Masyarakat Melayu di Desa Tumuk Manggis Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas.yaitu karena Faktor perkembangan zaman; Bahwa akibat hukum bagi pasangan yang tidak melaksanakan Adat Istiadat Saprahan secara utuh yaitu hilangnya hubungan dengan budaya dan identitas, adat istiadat saprahan merupakan bagian penting dari warisan budaya dan identitas suatu kelompok. Dengan tidak melaksanakan adat istiadat saprahan, pasangan mungkin kehilangan hubungan dengan budaya dan identitas mereka sendiri. Ini dapat mengurangi rasa kebanggaan dan pemahaman tentang akar budaya mereka, sedangkan reaksi negatif dari masyarakat: tidak melaksanakan adat istiadat saprahan dapat menyebabkan reaksi negatif dari masyarakat, terutama dari mereka yang sangat memegang teguh nilai-nilai tradisional. pasangan mungkin menghadapi kritik atau penilaian dari lingkungan sekitar mereka, yang dapat mempengaruhi hubungan sosial dan dukungan yang mereka terima; dan upaya masyarakat adat Melayu berusaha menjaga dan melestarikan adat istiadat saprahan sebagai bagian penting dari identitas dan warisan budaya mereka. Mereka menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan adat istiadat agar tetap hidup dan diteruskan kepada generasi mendatang.Kata Kunci : Adat, Saprahan, Melayu Sambas.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...