ABSTRACTAruk directly borders Sarawak, this geographical position makes Aruk a strategic entry point to facilitate the smuggling of various illegal goods including illegal liquor through unofficial channels. The smuggling of illegal liquor also harms the country economically. Seeing the rampant smuggling of illegal liquor made the author interested in conducting research on why law enforcement is ineffective against the crime of smuggling illegal liquor. The research method used in this study is empirical with data collection through interviews. In this study, the author uses an empirical method, namely legal research by observing a legal reality that exists on the Aruk border. With a descriptive approach describing according to the existing data and facts as it should be done by the author when conducting research in the field. The results of the study indicate that law enforcement at the border is ineffective due to weak supervision by law enforcement officers and the factors that cause this to happen because there are still many obstacles faced, such as the many rat routes that are difficult to monitor, lack of facilities and infrastructure, and low public awareness of the dangers of smuggling alcoholic beverages.Keywords: Law enforcement, Criminal acts of smuggling, alcohol ABSTRAKAruk berbatasan langsung dengan Serawak posisi geografis ini menjadikan Aruk sebagai pintu masuk strategis untuk mempermudah melakukan penyelundupan berbagai barang illegal termasuk minuman keras illegal melalui jalur tidak resmi. Penyeludupan minuman keras ilegal juga merugikan negara dari sisi ekonomi. Melihat maraknya penyeludupan minuman keras illegal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang mengapa penegakan hukum ini tidak efektif terhadap tindak pidana penyeludupan minumana keras illegal. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai bersifat empiris, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah metode empiris adalah penelitian hukum dengan cara mengamati suatu kenyataan hukum yang ada diperbatasan Aruk. Dengan pendekatan deskriptif menggambarkan sesuai data serta fakta yang ada dengan sebagaimana mestinya yang dilakukan penulis pada saat melakukan penelitian ke lapangan Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya penegakan hukum di kawasan perbatasan masih belum berjalan secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum serta berbagai faktor penghambat lainnya, seperti banyaknya jalur tikus yang sulit diawasi, kurangnya saraana dan prasarana, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyelundupan minuman keras.Kata Kunci : Penegakan hukum, Tindak pidana penyeludupan, Minuman keras
Copyrights © 2025