Abstract The Buang-Buang traditional ceremony is a ritual carried out as a form of respect for supernatural beings who are believed to be the guardians of the place where the celebration is held and as a means to inform their ancestors who are in the supernatural realm that they will hold a celebration. However, the results of this study revealed a shift in the implementation of the Buang-Buang traditional ceremony in Laut Tawang Village, Suhaid District, Kapuas Hulu Regency. This shift was caused by changes in the era such as modernization. The form of shift that occurred in the Buang-Buang traditional ceremony was a shift in the materials used, the materials that experienced the shift were nipah cigarettes which were replaced with filter or kretek cigarettes and ripe betel nut bananas could be replaced with raw betel nut bananas. This research was conducted using an empirical research method with a descriptive approach. The form of research was carried out with library research and field research, data was obtained through interviews and questionnaires. Then data analysis was carried out with qualitative data analysis. This study reveals the community's belief in the consequences that will arise if this traditional ceremony is not carried out, such as spiritual disturbances or obstacles in the celebration. The efforts to preserve the Buang-Buang traditional ceremony carried out by Community Leaders are through the involvement of the younger generation, so that this tradition can survive in the midst of modernization. Keywords: Ceremony, Custom, Buang-Buang, Changes in the Era, Laut Tawang Village Abstrak Upacara adat Buang-Buang adalah ritual yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk gaib yang diyakini menjadi penunggu tempat pelaksanaan hajatan dan sebagai sarana untuk memberitahukan kepada para leluhurnya yang berada di alam gaib bahwa mereka akan mengadakan suatu hajatan. Namun, hasil penelitian ini mengungkapkan adanya pergeseran dalam pelaksanaan upacara adat Buang-Buang di Desa Laut Tawang, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu. Pergeseran tesebut di sebabkan oleh perubahan zaman seperti modernisasi. Bentuk pergeseran yang terjadi pada upacara adat Buang-Buang adalah pergeseran bahan-bahan yang digunakan, bahan-bahan yang mengalami pergeseran tersebut yaitu rokok nipah yang digantikan dengan rokok filter atau kretek serta buah pisang pinang matang bisa digantikan dengan pisang pinang mentah. Penelititian ini dilakukan menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif. Bentuk penelitian dilakukan dengan penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research), data diperoleh melalui wawancara dan penyebaran angket. Kemudian analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif. penelitian ini mengungkapkan kepercayaan masyarakat terhadap akibat yang ditimbulkan jika upacara adat adat ini tidak dilaksanakan seperti gangguan spiritual atau hambatan dalam hajatan. Adapun upaya pelestarian upacara adat Buang-Buang yang dilakukan oleh Tokoh Masyarakat yaitu melalui keterlibatan generasi muda, sehingga tradisi ini tetap bertahan di tengah arus modernisasi.Kata Kunci: Upacara, Adat, Buang-Buang, Perubahan Zaman, Desa Laut Tawang
Copyrights © 2025