: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan masyarakat terhadap pengidap HIV di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan fokus utama pada faktor stigma sosial dan tingkat pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, fokus grup diskusi (FGD), serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat di berbagai daerah di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap pengidap HIV masih dipengaruhi oleh stigma yang kuat, yang sering kali mengarah pada pengucilan sosial dan diskriminasi. Stigma ini terutama dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang HIV, di mana banyak yang mengaitkan HIV dengan perilaku menyimpang seperti seks bebas dan penggunaan narkoba. Meskipun ada beberapa upaya edukasi, pemahaman tentang cara penularan HIV yang benar, serta pencegahan dan pengobatannya, masih terbatas. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dan lebih terbuka terhadap pengidap HIV. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya program pendidikan dan penyuluhan yang lebih intensif dan berbasis pada informasi yang benar mengenai HIV untuk mengurangi stigma dan meningkatkan dukungan terhadap pengidap HIV di NTB.
Copyrights © 2025