Semakin berkembangnya budidaya udang vaname membuat permintaan akan benih yang berkualitas juga semakin meningkat hal ini dikarenakan kualitas benih memegang peranan penting pada tingkat pembesaran. Salah satu kendala dalam kegiatan pembenihan adalah kurangnya produksi nauplius akibat kurangnya stok induk yang berkualitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi induk udang vaname hasil pemuliaan dengan seleksi famili. Observasi performa induk dilakukan selama 3 tahun berturut-turut pasca 3 bulan induk betina diablasi dengan durasi pengambilan data setiap tahunnya masing-masing selama tujuh hari berturut-turut. Hasil observasi tahun 2019, 2020 dan 2021 menunjukkan prosentase induk matang gonad 10,57±2,27; 10,59±2,58; 11,00±5,71. Prosentase induk mating 50,20±34,19; 52,05±10,22; 45,00±35,72. Rata-rata produksi telur 243.565±57.030; 162.632±37.446; 153.478±50.604. Rata-rata produksi nauplius 139.945±55.963; 103.310±43.656; 99.000±41.325. Hatching rate 65,73±32,68; 66,00±26,00; 66,00±33,00. Rata-rata setiap tahun terjadi peningkatan induk betina matang gonad sebesar 2,03% dan hatching rate sebesar 0,21%. Namun, setiap tahun terjadi penurunan juga pada beberapa parameter lainnya, yaitu induk mating sebesar 4,9%, rata-rata produksi telur 19,43% dan rata-rata produksi nauplius 15,18%.
Copyrights © 2024