Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan keberadaan hak asasi yang dimiliki oleh manusia itu sejalan dengan hak yang diberikan oleh Allah kepada manusia, namun yang berkenan kepada Allah. Sebagaimana manusia memiliki hak untuk menentukan pilihannya, begitupun bagi kaum homoseksual yang memiliki hak untuk menentukan hidupnya, namun jalan hidup yang mereka pilih tidak berkenan kepada Allah. Adapun penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan sumber-sumber yang tertulis dan relevan untuk dikaji kembali. Topik ini tentu seharusnya menjadi perhatian besar bagi kita semua. Bagaimana banyak sekali orang, khususnya kaum homoseksual yang membanggakan dirinya yang memiliki hak asasi manusia untuk memilih suatu keputusan tanpa intervensi orang lain, namun nyatanya keputusan yang mereka ambil telah menjerumuskan mereka dalam keberdosaan dan keterpisahan pada Allah. Hal tersebut yang marak terjadi saat ini, dan sudah sepatutnya persoalan ini dibukakan kepada mereka yang salah menanggapi dan melihat kaitannya kemanusiaan manusia yang berdasarkan pada theologia sistematika.
Copyrights © 2025