Kardiomiopati peripartum (PPCM) adalah kondisi langka yang terjadi pada wanita menjelang akhir kehamilan atau periode pasca melahirkan, yang ditandai dengan gagal jantung tanpa penyebab lain yang teridentifikasi. Kondisi ini berhubungan dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, sehingga deteksi dini dan penanganan agresif sangat penting. Insidensi dari PPCM sampai saat ini belum jelas diketahui, kemungkinan karena misdiagnosis. Diperkirakan angka kejadiannya antara 1:3.000 hingga 1: 10.000 kehamilan. Patofisiologi PPCM melibatkan berbagai faktor seperti stres angiogenik, metabolik, hormonal, dan stress oksidatif. Faktor risiko utama mencakup perubahan hormonal yang dimediasi oleh stres oksidatif. Diagnosis PPCM ditegakkan berdasarkan klinis, hasil ekokardiografi, dan temuan laboratorium. PPCM dapat didiagnosis jika memenuhi empat syarat, yaitu timbulnya gagal jantung dalam waktu 5 bulan setelah melahirkan atau pada bulan terakhir kehamilan, gagal jantung yang tidak diketahui etiologinya, tidak ada penyakit jantung nyata sebelum bulan terakhir kehamilan, dan terdapat bukti ekokardiografi left ventricular systolic dysfunction. Tatalaksana PPCM membutuhkan pendekatan multidisiplin, melibatkan ahli jantung, obstetri, anestesiologi, dan neonatologi, dengan penekanan pada manajemen anestesi yang tepat untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi selama persalinan. Pengelolaan medis selama kehamilan dan pasca melahirkan harus disesuaikan dengan pedoman ESC untuk pengobatan gagal jantung sistolik dan memastikan terapi yang aman untuk ibu dan bayi. Tatalaksana ini melibatkan penggunaan diuretik, vasodilator, dan inotropik.
Copyrights © 2025