Penelitian ini membahas strategi multi-track diplomacy yang diterapkan oleh Indonesia dalam upaya menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U-17 2023. Dengan melibatkan berbagai aktor, termasuk pemerintah, sektor bisnis, dan media, Indonesia berhasil memenangkan proses bidding dan menyelenggarakan turnamen ini. Diplomasi olahraga yang dilakukan membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga alat soft power yang mampu meningkatkan citra internasional suatu negara. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi diplomasi yang efektif memungkinkan Indonesia membangun kembali kepercayaan FIFA dan dunia internasional setelah berbagai tantangan, termasuk Tragedi Kanjuruhan dan pembatalan Piala Dunia U-20 2023. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya sinergi antaraktor dalam diplomasi olahraga serta kesiapan Indonesia dalam menyelenggarakan ajang sepak bola internasional di masa depan.
Copyrights © 2025