Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kestabilan emosi dan problem solving pada mahasiswa Universitas Negeri Padang yang aktif berorganisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 86 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua skala, yaitu skala kestabilan emosi dan skala problem solving. Uji normalitas dan linearitas dilakukan untuk memastikan distribusi dan hubungan antarvariabel, dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kestabilan emosi dan kemampuan problem solving pada kategori sedang, masing-masing sebesar 75,58% dan 68,60%. Analisis statistik mengungkap adanya hubungan positif dan signifikan antara kestabilan emosi dan problem solving (r = 0,350, p < 0,05). Mahasiswa dengan kestabilan emosi yang baik cenderung lebih efektif dalam menyelesaikan masalah, yang mendukung teori Heppner dan Peterson (1982). Temuan ini menegaskan pentingnya kestabilan emosi sebagai faktor penentu dalam pengembangan kemampuan problem solving, khususnya bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi. Studi ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan emosional untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa.
Copyrights © 2025