Gagal ginjal kronis (GGK) tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan mental pasien akibat stres psikologis yang tinggi. Tingkat stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kualitas hidup pasien GGK dan berisiko menurunkan kepatuhan terhadap terapi hemodialisis. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas modul edukasi manajemen stres dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental pasien gagal ginjal kronis (GGK) yang menjalani hemodialisis. Menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 30 pasien di Puskesmas Singosari, Kabupaten Malang. Modul edukasi diberikan dalam empat sesi selama delapan minggu, mencakup teknik relaksasi, mindfulness, strategi koping, dan manajemen emosi. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), sedangkan kesejahteraan mental menggunakan WHO-5 Well-Being Index. Analisis dengan uji t-berpasangan menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres (? = -7,3; p < 0,001) dan peningkatan kesejahteraan mental (? = +17,4; p < 0,001). Sebanyak 90% responden menilai modul sangat membantu, 85% menyatakan isi modul mudah dipahami, dan 80% merasakan manfaat langsung dari teknik relaksasi serta mindfulness. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis psikososial efektif sebagai strategi intervensi nonfarmakologis yang mudah diimplementasikan. Integrasi modul edukasi ini dalam layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK.
Copyrights © 2023