Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Edukasi kesehatan berperan penting dalam pencegahan PJK, namun masih terdapat tantangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait faktor risiko dan upaya preventif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas modul edukasi berbasis bukti dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku preventif terhadap PJK di layanan kesehatan primer. Menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 30 responden di Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Modul edukasi mencakup materi mengenai faktor risiko PJK, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Hasil analisis dengan Paired t-Test menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan dari 46,0 menjadi 83,2 (80,9%). Perubahan perilaku juga teridentifikasi, termasuk peningkatan konsumsi buah dan sayur (40% menjadi 70%), aktivitas fisik teratur (30% menjadi 65%), serta kemampuan manajemen stres (20% menjadi 55%). Sebanyak 96,7% responden menilai modul sangat informatif dan relevan. Hasil ini menunjukkan bahwa modul edukasi berbasis bukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta perilaku preventif PJK, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2023