Salah satu masalah kesehatan prioritas di Indonesia adalah Tuberkulosis dengan jumlah penderita TB yang semakin meningkat dengan penemuan kasus TBC tahun 2023 mencapai 1.060.000 kasus yang terbesar kedua di dunia setelah India. Di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2023 ada 1.060 dan tahun 2024 menurun menjadi 965 kasus akan tetapi masih belum sesuai dengan harapan, untuk itu diperlukan peran kader untuk membantu penemuan kasus TB. Tujuan dipenelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kader di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara mengenai Tuberkulosis pre dan post diberikan edukasi mengenai penyakit tuberculosis melalui media audio visual. Penelitian ini berdesain Pre-Experimental Design dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest Design without Control Populasi yang digunakan adalah seluruh kader TB yang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah yaitu 78 orang. Teknik pengambilan sampel yakni total sampling keseluruhan dari populasinya. Variabel independen dipenelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan dependennya adalah pengetahuan kader TB. Data merupakan jawaban dari kuisioner yang diisi oleh responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian diperoleh skor kader sebelum diberikan pendidikan kesehatan meningkat secara signifikan (p-value = 0,001) sehingga disimpulkan pemberian pendidikan kesehatan secara audio visual dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam penemuan kasus TB. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Audiovisual, Kader, Tuberkulosis
Copyrights © 2025