Seiring dengan perkembangan teknologi, terjadi peningkatan jumlah pengguna aplikasi pencari jodoh sehingga segmentasi user meluas. Hal ini menjadi kendala bagi sebagian demografik masyarakat khususnya Millennial di ibukota dengan laju hidup yang cepat akibat dampak dari budaya hustle culture yang berdampak pada aspek personal yaitu kehidupan percintaan dikarenakan generasi Millennial tidak mempunyai ruang berekspresi dan berujung mendapatkan kegagalan dalam menjalin hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan strategi promosi yang efektif, menarik dan mendorong terjadinya interaksi antar pengguna yang tepat sasaran menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode AISAS sehingga solusinya menaikan jumlah pengguna dan memunculkan brand awareness. Brand activation Tinder ini adalah sebagai wadah bagi Millenial yang merasa hubungan percintaannya selalu gagal dan merasa minim interaksi akibat dampak hustle culture yang membutuhkan hiburan sebagai hiburan dari kesibukan berkarir. Dalam perancangan strategi kreatif brand activation di media seperti billboard dan iklan sosial media digunakan dalam upaya menjangkau target pasar. Peletakan media pun sangat diperhatikan yaitu pada daerah pekerja-pekerja Millenial Jakarta yang diharapkan pengguna dapat berinteraksi langsung tanpa menggunakan citra yang direkayasa internet. Sehingga koneksi antar personal yang terbangun lebih nyata dan berkelanjutan. Kata kunci: Tinder, strategi kreatif, brand activation, hustle culture, millennial
Copyrights © 2025