Latar Belakang : Paparan debu lingkungan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi yang tinggi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan debu terhadap kejadian iritasi kulit pada masyarakat perkotaan. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 200 responden yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara berbeda. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan klinis sederhana untuk mengidentifikasi gejala iritasi kulit. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang terpapar debu dalam jangka waktu lama memiliki risiko lebih tinggi mengalami iritasi kulit dibandingkan dengan mereka yang memiliki paparan lebih rendah. Faktor lain seperti kebersihan diri, penggunaan pelindung kulit, dan kondisi lingkungan juga berperan dalam tingkat keparahan iritasi. Kesimpulan : Paparan debu lingkungan berkontribusi signifikan terhadap kejadian iritasi kulit, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penggunaan pelindung diri, serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Copyrights © 2023